Jokowi-JK Presiden Indonesia 2014-2019

jokowi_jk_presiden_2014_2019

Akhirnya, hari ini KPU menetapkan bahwa pasangan Jokowi-JK terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019.

Bagi yang sudah menitipkan harapan melalui suaranya, setelah ini tugas utama baru dimulai, yaitu mengawasi pemerintahan baru.
Dan juga menyiapkan diri sendiri untuk dipimpin dengan model pemerintahan yang mungkin akan berbeda dengan pengalaman selama ini

Bagi yang sebelumnya memilih pasangan no 1, selama masih terdaftar menjadi warga negara Inonesia, tentu saja memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mengawasi pemerintahan baru ini.
Saya sangat mengerti bahwa Presiden dan Wakil Presiden terpilih pasti tidak se-sempurna yang anda impikan.

Saran saya, ke depan ada waktu 5 tahun untuk mencari, mendidik, membina kader yang sekiranya dapat memenuhi ekpektasi anda semua.
Silahkan belajar dari pengalaman pilpres kali ini, bahwa yang akan memberikan suara untuk memilih berasal dari berbeda-beda suku, agama, ras dan antar golongan.
Didik dan binalah kader-nya untuk berhasil “mencuri” ekspektasi pemilih dengan hasil kerja nyata. Berhasil menjadi pantas dititipkan harapan tidak hanya oleh 53,15% dari jumlah pemilih, tapi lebih banyak dari itu, kalau perlu sampai 75% . Lho? Koq hanya 75%? Karena berharap merebut 100% suara pemilih akan menjadi terlalu epic ;-)
“Promosi”kan siapa pun kader hebat itu dengan marketing communication yang halus, yang tidak dirasakan oleh rakyat sedang beriklan.
Karena sehebat apapun orangnya, tetap perlu diperkenalkan orangnya, hasil kerjanya, juga prestasinya. Agar nama, hasil kerja dan prestasinya tidak asing di telinga rakyat.

Selamat Pak Jokowi & Pak JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Semoga suara yang telah kami titipkan harapan2 perbaikan dan kemajuan akan negara ini tetap menjadi yang utama bagi bapak2 berdua. dalam menjalankan pemerintahan.

Jangan marah kalau nanti kami akan lebih cerewet, lebih bawel. Karena seperti orang yang pacaran, waktu masih pendekatan akan selalu memberikan kesan yang manis2. Begitu sudah jadian, masing2 akan menuntut lebih dari pasangan, demi menjaga ekspektasi2 yang sudah terlanjur terbentuk dan menjadi dasar keputusan untuk jadian.

Yuk sama-sama menjaga agar pajak yang kita bayarkan betul-betul bermanfaat untuk kita semua, Rakyat Indonesia Hebat !!!

Note :
btw, generasi sekarang masih pake kata “jadian” ga seh? heuheuheu :-P .

Jadi jelas ya …

komik_gazaSeperti yang ei bilang di beberapa postingan sebelumnya, Ramadhan kali ini, betul-betul berwarna. Berawal dari pilpres yang kali ini menambah perbendaharaan baru : black campaign dan negative campaign yang menyebabkan jadi pada doyan ngegosipin capres. Terus topiknya ganti jadi  nggosipin lembaga survey pelaku quick count setelah hari h pilpres. Dan tiba-tiba ada insiden Gaza yang juga membawa dampak positif dan negatif. Contoh dampak positifnya yang tadinya berantem karena beda pilihan capres, kali ini saling mengingatkan bahwa setiap muslim bersaudara. Contoh dampak negatifnya, Ada yang mau nyumbang tapi mempertanyakan si pemilik lembaga penerima sumbangan yang terindikasi anggota syiah. Padahal lembaga ini bukan satu-satunya lembaga yang menyalurkan sumbangan buat penduduk Palestina di Gaza. Ya kalo ngga sreg tinggal pilih lembaga yang lain kan ya daripada terus ngegosip lagi ;-) .

Lho, prolog nya koq jadi panjang gini sih. Ya pokoknya, kali ini, mari kita menorehkan sejarah *mulai lebay* :-P .

Dari sejak pertama nge-blog saya ngga pernah posting yang terkait dengan agama/kepercayaan yang saya anut. Selain merasa tidak pantas karena saya bukan manusia yang bersih dari dosa, ilmu keislaman pun tak seberapa (ya, siapalah saya ini). Juga rasanya saya lebih nyaman jika kadar iman yang saya punya hanya diketahui oleh saya pribadi dan Sang Maha Pencipta saja.
Sementara yang saya tulis di blog ini adalah hal-hal yang ingin saya bagi dari apa yg saya dapatkan di kehidupan saya sebagai makhluk sosial.

Belakangan saya baru mengetahui bahwa ternyata di Islam ada pengertian tentang ibadah yang akhirnya saya jadikan dasar untuk apa yang sudah saya jalani. Ah, Islam memang lengkap! Iya, saya baru tau belakangan, ya namanya juga belajar & berproses. Kan katanya manusia itu terus menerus belajar & berproses dan hanya berhenti pada saat sudah mati :-) .

Sebenarnya banyak tulisan yang bisa kita baca di buku dan juga di internet mengenai ibadah dalam Islam. Kebetulan saya menemukan yang mudah dimengerti di sini dan di sini. Silahkan cari sumber yang lain, dan koreksi saya jika ada kesalahan pada referensi kedua tulisan tersebut.

Inti yang akan saya kutip dari kedua tulisan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Hal yang harus kita ingat selalu bahwa semua amalan atau perbuatan kaum muslim adalah untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla.
  2. Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya;
    • Ibadah Mahdhah, artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubungan antara hamba dengan Allah secara langsung.
      Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah,baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.
    • Ibadah Ghairu Mahdhah, (tidak murni semata hubungan dengan Allah) yaitu ibadah yang di samping sebagai hubungan hamba dengan Allah juga merupakan hubungan atau interaksi antara hamba dengan makhluk lainnya
      Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh diselenggarakan.

Detailnya silahkan baca langsung ya.

Nah, hubungannya dengan prolog di atas, saya ambil referensi sebagai berikut :

Kutipan Hadits :

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
 “Orang-orang Yahudi terpecah kedalam 71 atau 72 golongan, demikian juga orang-orang Nasrani, dan umatku akan terbagi kedalam 73 golongan.” HR. Sunan Abu Daud.

Dalam sebuah kesempatan, Muawiyah bin Abu Sofyan berdiri dan memberikan khutbah dan dalam khutbahnya diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah SAW bangkit dan memberikan khutbah, dalam khutbahnya beliau berkata, ‘Millah ini akan terbagi ke dalam 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, (hanya) satu yang masuk surga, mereka itu Al-Jamaa’ah, Al-Jamaa’ah. Dan dari kalangan umatku akan ada golongan yang mengikuti hawa nafsunya, seperti anjing mengikuti tuannya, sampai hawa nafsunya itu tidak menyisakan anggota tubuh, daging, urat nadi (pembuluh darah) maupun tulang kecuali semua mengikuti hawa nafsunya.” HR. Sunan Abu Daud

“Bahwasannya bani Israil telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah?” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” HR Imam Tirmizi.

Sudah jelas ya, Rusulullah sendiri memang sudah mengatakan bahwa umat-nya akan terbagi menjadi 73 golongan, hanya satu yang masuk surga yaitu Al-Jamaa’ah, yang berpegang sebagai pegangan Rasulullah  dan pegangan sahabat-sahabatnya.

Jadi silahkan masing2 merasa golongan/kelompoknya yang paling benar. Tapi jangan lupa, akan ada 72 golongan/kelompok lain yang juga merasa paling benar. Jadi jalani saja apa yang diyakini, tanpa perlu mencela kelompok yang lain. Kalaupun ada keraguan, tanyakan kepada golongan/kelompoknya saja, tidak perlu diumbar untuk menghindari mudharat. Karena tidak pernah disebutkan secara jelas dan pasti bahwa yang masuk surga adalah kelompok/golongan A/B/C.
Mungkin apa yg kita lakukan tidak salah, tapi saya yakin bahwa akan selalu ada cara lain yang lebih baik untuk apapun yg kita lakukan. Cara yang lebih banyak manfaatnya atau lebih sedikit mudharatnya.
Jangan sedih, saya sendiri pun masih terus belajar mengimplementasikan hal ini ;-) .

“Suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi :”Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari cari aurot mereka. Karena orang yang suka mencari cari aurot saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari cari aurotnya. dan siapa yang dicari cari aurotnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya (HR. At Tirmidzi no. 2032, HR. Ahmad 4/420. 421, 424 dan Abu Dawud no. 4880. hadits shahih) (keterangan: yang dimaksud dengan aurot disini adalah aib/cela atau cacat, kejelekan dan kesalahan. Dilarang mencari cari kejelekan/kesalahan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia – tuhfatul Ahwadzi).

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah [5]: 8)”

Astaghfirullahaladzim …
Yang benar hanya datang dari Allah SWT, kesalahan pada postingan ini datang dari kebodohan saya pribadi.
Semoga Alloh SWT Yang Maha Pemurah mengampuni kesalahan saya.
Amiiin ya Rabb …

Ketika swing voter memilih … (4)

Saya suka berkelompok, tapi juga tidak menemukan masalah berarti jika harus sendirian. Saya suka ikutan komunitas yang sesuai dengan bidang yang saya suka, atau yang sering bersentuhan dengan keseharian saya. Tapi juga tidak akan bersedih jika saya harus mundur dari sebuah komunitas karena saya sudah tidak lagi nyaman berada di dalamnya. Saya bukan orang yang suka ikut beramai-ramai turun ke jalan, entah untuk berdemo (apapun alasannya) apalagi untuk berkampanye.  Selain waktu yang sering bentrok dengan keseharian yang saya lakukan, buat saya, turun ke jalan hanya untuk kondisi darurat jika betul-betul tidak ada lagi cara lain untuk menyampaikan aspirasi. Saya tidak tau termasuk kriteria dalam ilmu psikologi untuk yang seperti saya ini ;-) .

Dalam perjalanan menjadi swing voter, pertanyaan saya di akhir postingan kemarin, seperti terjawab dengan perkembangan selanjutnya di dunia maya (sosmed, blog dan berita online) dari para pendukung Jokowi.

Pendukung Jokowi saling mengingatkan untuk tidak melakukan black campaign diwarnai dengan maraknya hashtag #sayangJokowi stop bicara tentang capres sebelah atau #KeepCalmAndVoteJokowi.

facebook_jk

Jika pemilu/pilpres sebelumnya sering ada pembagian kaos dengan kualitas seadanya dari tim sukses, kali ini tersebar gambar2 keren siap sablon yang dibagikan secara gratis oleh para relawan kreatif. Kemudian banyak dari pendukung Jokowi yang membuat sendiri kaos dukungan dengan sablon digital. Karena bayar sendiri dan untuk dipakai sendiri tentunya kualitas kaos menjadi tidak seadanya. Kemudian berkelompok baik dalam maupun luar negeri, berfoto sama-sama dan upload di medsos.

Ajakan berupa video singkat untuk mereka yang masih belum menentukan pilihan dibuat oleh pendukung Jokowi dari berbagai kalangan dan profesi terkumpul rapi di sini :

60detikyoutube

Deklarasi berdatangan dengan hashtag #AkhirnyaMilihJokowi dari berbagai kalangan, yang pada pemilu/pilpres sebelumnya menjadi anggota tetap golput.

Dari dunia nyata, saya tersentuh dengan ini

dan ini

Tanpa di komando, gerakan yang massive dan kompak datang dari kesamaan rasa lelah dan muak akan carut marutnya bangsa ini. Dari kesamaan kekecewaan karena harapan yang tumbuh pada masa Reformasi pupus digerogoti kronisnya penyakit mental mereka yang kita titipkan amanah.
Saling mengajak, saling meyakinkan bahwa harapan itu ternyata belum mati. Harapan itu masih ada, tapi hanya bisa diraih bukan dengan diam, melainkan dengan kepedulian bersama untuk bertindak.
Saling menumbuhkan kesadaran bahwa seorang Jokowi tidak bisa mewujudkan harapan kita bersama itu sendirian!

Dapat dirasakan bahwa revolusi mental itu sudah dimulai saat sebagian yang lain masih mempermasalahkan dari mana kata revolusi mental itu berasal.

Dan tiba-tiba saya diingatkan lagi dengan link ini :

FUUI

Siapa coba yang keberatan jika saya bilang betapa pilpres kali ini memang penuh warna :-) .

Memilih presiden artinya memilih pemimpin dalam bernegara dan bermasyarakat. Pemimpin yang dipilih bertanggung jawab atas seluruh rakyatnya. Jadi idealnya pemimpin yang dipilih harus yang sempurna. Jika tidak mungkin dipilih yang sempurna, maka pilihlah yang paling banyak kebaikannya. Jika masih seimbang, dipilih yg paling sedikit keburukannya.

Yang saya ceritakan di 4 postingan berseri tentang pilpres kali ini adalah ikhtiar saya dalam rangka menentukan calon presiden yang akan saya pilih. Saya memang tidak membandingkan beliau-beliau dari kualitas mereka dalam menjalankan agama. Saya hanya membandingkan sebanyak mungkin dari yang dapat saya lihat. Dari sisi agama, bahwa beliau-beliau ini adalah seorang Muslim, sudah cukup bagi saya.

Menentukan mana yang paling Islami di antara mereka berdua, bagi saya sama halnya dengan menentukan mana yang paling mulia : seorang ibu yang juga pekerja luar rumah atau yang tidak ? :-) .
Kalaupun nanti ternyata pilihan saya adalah sebuah kesalahan, semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Pemurah mengampuni saya.

Setelah pilpres ini, tugas selanjutnya adalah kembali mengawasi, mengawal jalannya pemerintahan yang dipimpin oleh siapapun presiden terpilih. Tugas ini tidak menjadi gugur jika presiden terpilih adalah capres yang kita dukung ;-) .

Jadi gimana nih, mau sama-sama ambil tindakan demi sedikit harapan perubahan ? Atau masih ingin diam saja dan bersiap tenggelam dalam kekecewaan yang sama seperti kemarin2?
Saya sih memang ga pernah golput, tapi kali ini saya memilih bukan hanya berdasarkan pantas tidaknya foto capres di pajang di dinding kelas :-P .

Yuk ke TPS, pilih yang dirasa paling bisa diajak untuk sama-sama berusaha mewujudkan harapan kita semua.