Archive for December, 2009

Puding Lychee

puding_lycheeKalo 2K sakit, pasti selera makannya turun. Kayak kali ini, sakit barengan 2-2nya, kyla demam, keisha hanya sumeng2. Kyla udah keliatan kena common cold, Keisha kayaknya kangen sama pengasuhnya yang lagi cuti 2 minggu ngerawat kakaknya yang lagi sakit :( . Asupan buat 2K tetep harus dijaga. Nah, puding lychee ini lumayan buat pelengkap nutrisi yang kurang akibat selera makan yang turun. Cara bikinnya yang sangat gampang dan cepat juga ngebantu jadi ga terlalu repot disambil pegang 2K yang lagi rewel karena sakit :) . Yang bunda bikin kali ini versi puding agak keras,bisa dipotong. Kalo pengen versi yang lembut banget, ga bisa dipotong tapi disendokin, jumlah cairan dibikin sampai dengan 1 liter/1000 ml yaaa, jangan lupa gula pasirnya di sesuaikan ;)

Puding Lychee

Bahan :

  • 1 kaleng buah lychee in syrup (pisahkan buah dari syrupnya, kali ini setelah dipisahkan, syrupnya  ada 300 ml)
  • 1 bks agar2
  • 400 ml susu cair –> ei : ultra plain
  • 1 sdm gula pasir (optional, kalo dengan syrup lychee udah cukup manisnya di skip aja)

Cara Membuat :

  1. Campurkan syrup lychee, susu, gula pasir, agar2. Jerang di atas api sampai mendidih sambil di aduk2 supaya susu tidak pecah
  2. Susun buah lychee di dasar loyang puding (ei –> dipotong2 dulu supaya ga terlalu besar), tuang cairan agar2 yang masih panas sampai 1/2 tinggi lychee (lycheenya ga terlalu terendam).Biarkan sampai agar2 agak mengeras (kalo di pegang, ga nempel ditangan). –> ei : masukin freezer sebentaran biar cepet :P .
  3. Tuang sisa agar2 (aduk2 dulu sebelum di tuang). Biarkan sampai keseluruhannya mengeras.

Cesar vs normal, ASI vs Formula : pilihan atau terpaksa ?

Dalam rangka hari Ibu yang dirayakan di Indonesia tgl 22 Des kemarin, di milis komunitas kereta jabodetabek yang ei ikutin ada mbak A yg menulis seperti ini :

Untuk semua ibu dan calon ibu di muka bumi ini…..

IBU mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan, dan membimbing dengan mengorbankan seluruh yang dia punya, bahkan dirinya, nyawanya demi aku, anaknya. IBU, kasihmu lebih dari kasih SURGA. Terima kasih IBU….

Happy Mother’s Day!

Regards,
‘mbak A’

Langsung di komentarin seperti ini :

Sis,
Mungkin harus ditambahi menjadi begini:

IBU mengandung, melahirkan MESKI LEWAT SESAR agar misis Vnya tetap terjaga, merawat MESKI pakai SUSU BOTOL agar bentuknya Pnya tetap terjaga, membesarkan, dan membimbing dengan mengorbankan seluruh yang dia punya, bahkan dirinya……..dst

Salam
‘Bapak B’ yg beruntung istrinya melahirkan normal dan menyusui ekslusif

Hmmm… ei paling gemes sama orang yang suka men-genalisir kayak gini.

mang_oyo_dec2009Melahirkan dengan proses normal atau cesar, menyusui bayi dengan ASI atau susu formula dan botol, buat ei bukan sekedar pilihan.
Yang alamiah memang yang lebih baik dilalui prosesnya jika semua kondisinya dalam keadaan normal. Dalam kondisi ada yg ngga normal, yang pake campur tangan alat hasil buatan pabrik bisa nyelametin nyawa.

Bagi mereka, wanita sebagai calon ibu yang mengerti dari banyak membaca buku atau belajar dari pengalaman orang lain atau bahkan pengalaman diri sendiri (sudah pernah melahirkan), proses normal dalam rangka melahirkan anak merupakan sebuah cara yang sangat diharapkan. Di milis sehat, bahkan seringkali seorang ibu yang berbagi cerita perjuangannya untuk dapat melahirkan anak kedua dengan proses normal, meskipun anak pertamanya dilahirkan dengan proses cesar.

Para ibu yang memilih proses lahiran cesar dan tidak mau memberikan ASI karena alesan yang dibilang si bapak B di milis itu pada kenyataannya memang ada. Tapi ei yakin mereka yang memilih cesar dan memberikan susu formula padahal kondisinya sangat mungkin untuk melahirkan normal dan memberikan ASI bahkan ekslusif, hanya karena kurang pengetahuan mengenai resiko, keuntungan dan kerugian dari proses yang mereka pilih. Mungkin mereka belum tau bahwa melahirkan dengan proses cesar itu bukannya tanpa resiko. Atau mungkin mereka belum tau bahwa perubahan bentuk payudara sudah dimulai pada saat kehamilan, bukan semata2 karena proses menyusui.

Kekurangan pengetahuan ini seringkali dimanfaatkan oleh oknum dokter yang kalo istilah ei bilang ‘cesar minded’ dan juga oknum rumah sakit tempat bersalin yang terlanjur punya kontrak kerjasama untuk memberikan keuntungan bagi produsen susu formula.

Ei sendiri alhamdulillah bisa melahirkan 2K dengan proses normal meskipun dengan induksi. Proses induksi melahirkan Keisha 18 jam, proses induksi melahirkan Kyla 35 jam. Sangat beruntung kedua proses lahiran dibimbing dokter yang tidak ‘cesar minded’ bahkan pada saat melahirkan Kyla, ei berhasil minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD) selama 30 menit.
Sementara proses memberikan ASI, ei termasuk yang gagal memberikan ASI buat 2K. Gimana rasanya gagal memberikan ASI? Ei pernah share disini

Balik lagi ke komentar Bapak B tadi. Yak betul dugaan anda, komentar Bapak B tadi bikin thread dari email itu jadi panjang. Menurut ei, nyambit hal begini sama sensitifnya dengan nyambit topik ibu bekerja vs ibu di rumah. Kalo di bahas ga akan ada abisnya :) .
Tapi ei ikutan bikin threadnya tambah panjang ga? Pastinya donk ;) , gini komentar ei :

Pak, sekedar saran kalo ngga ngerasain proses lahiran dan nyusuin
secara langsung, jangan trus langsung men-generalisir…

*anak 2 lahiran normal gag bisa kasih asi meski dah konsultasi ke
klinik laktasi rs carolus jkt bogor pp 40 hari abis lahiran*

*foto : pagi2 di bubur Mang Oyo, Jl Surapati bandung, 18 Dec kemarin, belum pada mandi :P *