AeroChamber

Tentunya tidak ada orang tua yang berkeinginan menurunkan penyakit pada keturunannya kan ya. Faktanya, beberapa penyakit memang diturunkan. Salah satu penyakit yang populer sebagai penyakit turunan adalah Asma (Asthma).

Menurut yang tertulis di mas wiki :
“Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.”

Kakak Keisha ternyata juga mengidap asma. Pemicu yang menyebabkan asmanya kambuh selama ini adalah alergi debu dan perubahan cuaca ekstrim. Jadi kalo perubahan cuaca ekstrim sepert belakangan ini, Kakak Keisha sering terserang batuk. Batuknya ini menurut dokter adalah batuk asma.

Salah satu penanganan jika terserang asma adalah dengan terapi inhalasi.
Terapi inhalasi dalah sistem pemberian obat dengan cara menghirup obat dengan bantuan alat tertentu, misalnya nebulizer. Jika sedang terserang asma, inhalasi ini bisa dilakukan berulang, tidak cukup hanya sekali saja.

Pada suatu waktu kakak Keisha terserang asma, ayah dan bunda bawa kakak Keisha ke dokter. Dokter tersebut bilang bahwa sebenarnya terapi dengan inhaler Ventolin aman untuk kakak Keisha. Bisa diberikan 2 kali sehari, yaitu pagi sebelum berangkat sekolah dan malam menjelang tidur. Karena untuk kondisi saat itu, kasihan kakak Keisha kalo harus bolak balik ke rumah sakit untuk inhalasi. Hanya saja perlu dibantu dengan tambahan alat. Nama alatnya AeroChamber.

AeroChamber ini digunakan dengan ditempelkan ke sekitar hidung dan mulut seperti masker. AeroChamber jadi semacam alat sambung dari inhaler Ventolin. Untuk jelasnya bisa lihat gambar di bawah.

aerochamber1
Setelah AeroChamber terpasang, penderita bernafas seperti biasa, dan inhaler di tekan pada saat katup (Flow-Vu) dalam AeroChambernya terbuka (penderita sedang menarik nafas).
AeroChamber ini ada 3 tipe dengan warna yang berbeda. Pembedaan tipe ini berdasarkan kelompok usia penderita.

Sayangnya alat ini tidak di jual di Indonesia, Dokter bilang, beliau ‘menemukan’ AeroChamber pada waktu ada acara seminar di Singapura. Dokter tersebut sih pernah menemukan alat yang mirip, tapi materialnya tidak terlalu bagus dengan harga yang mahal.
Alhamdulillah, waktu itu tante tiwi sedang ke Singapura. Langsung bunda titip AeroChamber ini. Menurut tante tiwi, di Singapura AeroChamber bisa ditemukan di apotek seperti Century.

aerochamber2

Selama ini AeroChamber ini benar-benar membantu terapi inhalasi pada saat kakak Keisha terserang asma. Kakak Keisha pun terlihat lebih nyaman daripada inhalasi di rumah sakit. Dan inhaler Ventolin bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep dokter.
Beberapa teman ada yg membeli nebulizer untuk digunakan di rumah. Tapi tetap saja perlu resep dokter untuk menebus obat yang digunakan pada saat  inhalasi.

Nah, bagi para ayah/bunda yang memiliki putra/putri yang mengidap asma dan tertarik untuk memilik AeroChamber, bunda masih punya persediaan lebih. Sengaja bunda waktu itu titip beli AeroChamber lebih dari satu ke tante tiwi, tujuannya ya siapa tau ada yang memerlukan dan tidak ada kesempatan untuk beli/titip teman yang ke singapura atau negara lain. AeroChamber yang tersedia adalah medium mask (seperti gambar di atas), untuk usia anak sampai dengan 5 tahun.
Detail produknya bisa di klik di semua kata AeroChamber di postingan ini ;-) . Untuk harganya, silahkan email bunda ya di ocktovianti[at]gmail[dot]com. Tapi sebelumnya, pastikan dulu oleh dokter bahwa putra/putrinya sudah bisa terapi dengan inhaler Ventolin ya :-) .

 

(Visited 625 times, 1 visits today)

Comments 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *