Bogor Jazz Reunion 2015

Dulu, jaman masih pacaran dan ngekost di Jakarta, ei sama abang punya ritual setiap Jumat malam (Jumat malam ya, bukan malam Jumat :-P ). Janjian sama teman-teman kuliah dulu ketemuan di Pasar Festival – Kuningan untuk makan malem sambil menikmati pertunjukkan Ireng Maulana & friends. Ya, saat itu Ireng Maulana & friends suka manggung di Pasar Festival dan kita bisa nonton dan mendengarkan penampilannya dengan gratis.
Biasanya pertunjukan berlangsung kalau ngga salah dari jam 19.30 – 21.00. Selesai pertunjukkan ini kami lanjut ke Pasar Seni Ancol untuk Friday Jazz Night. Di Pasar Seni Ancol biasanya pertunjukkan dimulai jam 21.00-an sampai jam 24.00.

Meskipun nama pertunjukannya ada kata-kata Jazz, tapi jenis jazz di kedua pertunjukan ini bukan jenis jazz yang berat. Kalo jazz yang berat sih, ei juga bingung cara menikmatinya bagaimana hehehe. Kalo ei boleh bilang, jazz-nya masih kategori eazy listening, enak didengar dan bisa dinikmati tanpa harus mengernyitkan dahi. Mungkin mengarah ke Pop Jazz atau Bossas. Ah, maafkan kalo kesannya jadi sok tau karena sebenarnya ei tidak gitu mengerti jenis-jenis musik, yang penting cocok di telinga, pasti ei bisa nikmati.

By the way, tentang ritual ini pernah ei tulis di sini.

BJE2015_2

Tahun lalu ei tau kalau ada semacam festival Jazz di Bogor yang diprakarsai oleh Idang Rasjidi. Acaranya sendiri diberi nama Bogor Jazz Reunion (BJR). Sesuai dengan namanya, event ini menjadi ajang kangen-kangenan musisi dan penyanyi jazz senior di Indonesia. Tentunya tidak sebesar dan semegah Java Jazz karena Bogor gitu lho, tapi mestinya sih cukup untuk mengobati kangen untuk dengar musik jazz secara live ya. Sayangnya waktu itu ei taunya terlambat, sudah sangat mepet dengan hari H-nya dan kalau tidak salah sudah ada acara lain yang ngga bisa dibatalkan.
Makanya waktu sebulan yang lalu dapat info bahwa Idang Rasjidi kembali mengadakan Bogor Jazz Reunion ei langsung beli tiketnya. Karena masih termasuk masa early bird, harga tiket masih cukup murah, 150 ribu saja. Kali ini BJR mengusung tema Respect the Nature dan dilaksanakan di Kebun Raya Bogor (KRB)

BJR2015_3

Hallo-hallo di group whatsapp Asinan Blogger, ternyata teh Ratna juga mau datang dan sudah beli tiketnya. Menjelang hari H, beberapa anggota Asinan Blogger mendapat undangan untuk meliput. Sip deh, makin banyak teman kan makin asyik ya …

Dengan berasumsi bahwa kalo acara-acara seperti ini biasanya mulur, ei sama abang santai-santai aja. Menjelang berangkat abang bilang : “Bun, acaranya itu sampai malam lho, yang bagus-bagusnya justru adanya malam”. Wah, kali ini ei ngga teliti lihat jadwal acaranya, ei pikir acaranya hanya jam 1 sampai jam 5 sore saja. Agak-agak malas juga sih ngikutin dari awal kalo waktu acaranya panjang. Tapi sudah terlanjur sudah siap berangkat ya jadinya kita berangkat jam 2. Karena Sabtu biasanya macetnya Bogor lebih parah daripada hari Minggu, kami memutuskan untuk pergi menggunakan motor. Toh perjalanan rumah-KRB hanya akan memakan waktu 15-20 menit.

Sampai KRB, masuk lewat di pintu 2 dan langsung menuju meja registrasi. Masing-masing pemegang tiket mendapat kit alas duduk dan jas hujan. Panitia tetap mengantisipasi turunnya hujan. Sudah lumayan lama Bogor tidak turun hujan, tapi sehari sebelum BJR 2015 ini Bogor dilanda hujan disertai angin. Jalanan macet parah karena banyak pohon tumbang. Ei dan abang tidak langsung masuk ke lokasi acara, tapi masih menunggu Rani karena sudah janjian akan masuk lokasi acara bareng-bareng.

Sampai lokasi acara, yang sedang berlangsung adalah sejarah tentang beberapa tempat di kota Bogor. Penyimak acara ini didominasi dengan siswa berseragam putih-abu-abu yang ternyata memang mendapat undangan dari penyelenggara. Saat itu ei sudah berempat dengan abang, Rani dan Mbak Woro. Dan kami berempat lebih tertarik dengan melihat-lihat jajanan, apalagi ei belum makan siang  .

BJR2015_AsinanBlogger
Foto-foto sebagian pinjam dari teh Ratna & mbak Woro

Lokasi jajanan dibagi menjadi 2 sisi. Satu sisi di isi dengan jajanan tradisional seperti kue putu, klepon, bajigur, soto mie, doclang, toge goreng, dll. Sementara sisi yang lain berisi jajanan kekinian seperti hotdog, burger, cilok, pizza cone, dll.
Masih ngobrol-ngobrol setelah kenyang, hujan mulai turun. Kami berempat mencari tempat berteduh di selasar gedung. Hujan turun cukup lebat dan setelah sekian lama, jas hujan pemberian penyelenggara pun dikeluarkan dari tas.

PicsArt_10-31-03.32.20

Akhirnya hujan berhenti  setelah kurang lebih 2 jam mengguyur KRB.
Di lokasi acara terdapat 3 panggung. Satu panggung aliran listriknya mengalami korslet karena terguyur hujan dan tidak menggunakan atap.
Serangkaian acara inti baru dimulai bada’ isya.

BJR2015_LantunOrchestra
Lantun Orchestra

Penampilan Lantun Orchestra menjadi pembuka, disambung dengan Sierra Soetedjo. Jadi konsepnya satu penyanyi dan grup band-nya tampil yang satu, penyanyi dan dan grup band berikutnya tampil di panggung yang lain.

BJR2015_1
huhuuuyyy

Para penonton ada juga yang rajin berpindah-pindah duduk mendekati panggung dimana sedang ada pertunjukan. Sementara ei sama abang sih menetap di satu tempat, dekat dengan panggung yang mengalami korslet tadi. Duduk di rumput basah beralaskan jas hujan dari penyelenggara, mendengarkan dan ikut menyanyikan lagu yang kita berdua hafal liriknya. Abang sesekali mendekat ke panggung hanya untuk ambil foto. Hmmm… malam mingguan yang OK lah ya .

Pertunjukan berikutnya adalah Fariz RM. Penari, Bila, Asa dan Cita, Nada kasih, Sakura dan terakhir ditutup dengan Barcelona adalah lagu yang dibawakan kali ini. Sebenarnya sound system dipanggung tempat Fariz RM tampil ini kurang oke, tapi penonton tetap tertib menikmati lagu demi lagu.

BJR2015_FarizRM
Fariz RM

Dari tempat kami berdua lumayan terganggu dengan suara check sound dari panggung yang korslet tadi. Rupanya penyelenggara berusaha keras agar panggung itu dapat digunakan.

BJR2015_IgaMawarni
Iga Mawarni

Berikutnya adalah Iga Mawarni. Suara khasnya yang berat, membawakan lagu Kasmaran yang dulu pernah heits pada jamannya. Lagu-lagu berikutnya Iga Mawarni mengusung lagu-lagu lama non jazz yang ditampilkan dengan iringan musik yang sangat jazzy. Syairnya pasti penonton tau baik sebagian maupun keseluruhan agar dapat ikut bernyanyi. Ada lagu Let It Be-nya Beatles, Koes Plus dan lagu anak-anak Burung Kutilang pun berhasil membuat mulut penonton ikut bernyanyi. Di sini Iga terlihat sangat luwes dalam berinteraksi dengan penonton.

BJR2015_RiekaRooslan
Rieka Rooslan & The Trobadours

Setelah Iga, Rieka Rooslan ex-vokalis The Groove menyusul di panggung bambu yang sempat korslet tadi. Kali ini ei sama abang beruntung karena hanya berjarak 1,5 meter dari panggung yang tingginya tidak lebih dari 60 cm. Yup, dekat sekali. Rieka Rooslan seperti biasanya selalu membawakan lagu-lagunya sendiri. Meskipun begitu, penonton tetap bisa menikmati dan ikut bernyanyi setelah Rieka memberitahukan 1-2 kata sebelumnya. Ada satu lagu yang dibawakan khusus, diiringi dengan gitaris lokal Bogor. Konon katanya lagu ini permintaan dari penyelenggara. Lagu milik Iwan Fals, Ijinkan Aku Menyayangimu dibawakan dengan sangat apik dan berhasil menggiring hanyut penonton terbawa syair lagu.

Pertunjukan diakhiri dengan penampilan jazz instrumental sang pemrakarsa, Idang Rasjidi & Friends. Sebagai puncak acara tentunya penampilan Idang Rasjidi & Friends tak kalah ciamik dibanding dengan yang sebelumnya. Suara sexophone yang dimainkan oleh pemain muda bernama Richard Hutapea betul-betul memukau.

PicsArt_11-01-12.03.06
Idang Rasjidi & Friends

Telinga dan suasana hati kali ini betul-betul dimanjakan. Uang yang dikeluarkan untuk membeli tiket jadi seolah tak bernilai.
Untuk ei dan abang yang sehari-hari sudah beraktifitas di Jakarta, sangat mengharapkan agar acara-acara bermutu seperti ini lebih sering lagi diadakan di Bogor pada akhir minggu.
Mudah-mudahan harapan ini sampai ke para penyelenggara acara melalui kamu, iya kamu, yang baca postingan ei kali ini  .

 

(Visited 164 times, 1 visits today)

Comments 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *