Bonanza’s Family trip to Yogyakarta – 2

Pergi dengan anak-anak mesti menyiapkan mental bahwa kemungkinan besar jadwal yang sudah disusun sebelumnya akan bergeser. Mengatur ekspektasi seperti ini penting supaya semua peserta perjalanan nyaman. Terutama untuk ei yang sudah menyiapkan itinerary sedemikian rupa, supaya tidak terlalu berambisi dengan jadwal dan ujung-ujungnya bikin tidak nyaman untuk semua pihak.
Tapi jangan salah, itinerary tetap harus dibuat supaya meskipun tidak sesuai ekspektasi, perjalanan tetap terarah  .
Dan satu lagi, ei juga tidak terlalu berharap untuk berwisata kuliner di trip kali ini karena makanan yang dipilih sebisa mungkin yang bisa diterima oleh lidah 3K.

Baru tidur lewat tengah malam sudah dapat dipastikan tidak bisa bangun pagi donk ya. Sarapan pun sudah mepet di ujung waktu. Kami baru turun ke tempat sarapan jam 9.30. Setelah semuanya siap, kami berangkat dari hotel jam 11.00 dengan tujuan pertama yaitu Keraton Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta ini terbagi atas 4 tempat wisata, yaitu : Tepas Keprajuritan, Keraton (tempat tinggal Sultan), Museum Transportasi dan Taman Sari.

Begitu sampai di wilayah Keraton, setelah dapat tempat parkir kami langsung menuju tempat beli tiket. Ternyata yang kami masuki adalah gerbang Tepas Keprajuritan. Di sini kami tidak terlalu lama, karena tujuan utamanya ingin ke Keraton.

KeratonYogya
Setelah berkeliling sangat sebentar, kami lanjut ke Keraton.
Di Keraton kami minta ditemani pemandu. Kali ini ei dan Abang ingin agar 3K mengenal lebih jauh tentang Keraton dan sejarah yang mengiringinya.

keraton-rujakSelama di Keraton cuaca cukup panas, ya maklum sampai di sana saja memang sudah siang hari bolong. Kami kegerahan, 3K minta beli yang dingin-dingin. Pilihan jatuh ke es krim Wal*s, sementara ei dan Abang lebih pilih rujak uleg yang nampak segar.

Taman Pintar

Lokasi Taman Pintar tidak jauh dari Keraton. Taman Pintar didirikan oleh Pemerintah Yogyakarta dengan tujuan menjadi tempat para pengunjung usia sekolah untuk memperdalam pemahaman materi-materi pelajaran yang diterima di sekolah sambil berekreasi.
Di dalam Taman Pintar terdapat 5 wahana. Tapi kesempatan kemarin kami hanya berkunjung ke 2 wahana saja, Gedung Memorabilia dan Gedung Oval.
Sebenarnya tujuan utama kami adalah ke Gedung Oval, tapi membeli tiket untuk masuk gedung Oval otomatis mendapatkan tiket masuk Gedung Memorabilia.
Tiket dipatok diharga 18.000 rupiah untuk dewasa dan 10.000 rupiah untuk anak-anak.

Gedung Memorabilia
Sesuai dengan namanya, Gedung Memorabilia menyajikan kenang-kenangan yang tercatat menjadi sejarah. Kenang-kenangan tersebut disajikan dalam 3 kategori :

  • Sejarah Kesultanan Keraton
  • Tokoh Pendidikan
  • Kepustakaan Kepresidenan

Gedung Oval
Keluar dari Gedung Memorabilia dan masuk Gedung Oval,  Keisha sempat berkomentar : “Gini doang Bun? Kirain ada permainan apaaaa gitu”.  Dan emaknya tiba-tiba menjadi melow karena berasa misinya gagal. Memang sih 3K kelihatan bosan, mungkin karena sebelumnya kita habis dari Keraton yang “hanya” melihat-lihat dan mendengarkan pemandu wisata bercerita. Mulai agak-agak tertarik setelah masuk Zona Fisika karena di sini mereka bisa mencoba-coba alat peraga.

Gedung Oval adalah tempat yang sarat dengan alat peraga. Mulai dari alat peraga sederhana, sampai dengan simulator yang cukup rumit. Melow emaknya ini jadi sedikit terobati hehehe.

PicsArt_02-09-10.52.01

Jam buka Taman Pintar adalah dari jam 9 pagi sampai dengan jam 4 sore. Taman Pintar secara keseluruhan buka setiap hari kecuali hari Senin.
Tiga wahana lainnya adalah Gedung Kotak, Gedung Planetarium dan Gedung Paud. Kami tidak mampir ke tiga wahana tersebut karena selain 3K juga sepertinya sudah malas bereksplorasi di situ, juga saat itu sudah menjelang sore sedangkan kami belum makan siang. Ini gara-gara sarapan yang kesiangan juga sih .

Kami putuskan untuk mencari makan di sekitar XT Square, sekalian menuju Museum De Mata yang berlokasi di sana. Di XT Square ini banyak pilihan makanan, ei pilih menu gudeg yang lumayan bikin kaget karena nasi setengah porsi dan gudeg dihargai 7.000 rupiah saja. Sementara itu Keisha dan Kyla memilih Indomie. Tuh kan, jauh-jauh ke Yogya mosok pilih menu Indomie. Tapi yaaaa namanya juga anak-anak, yang penting mereka happy aja deh  .

Museum De Mata

Museum De Mata menyajikan lukisan-lukisan 3 dimensi yang dapat menipu penglihatan kita karena seolah-olah yang dilihat adalah nyata.
Setiap spot lukisan diberikan ruang sedemikian rupa dengan contoh foto sebagai petunjuk untuk pengunjung berfoto dari sudut yang tepat sehingga seolah-olah betul-betul ada dilukisan itu.

DeMata1

Museum De Mata berlokasi di dekat pusat kota Yogyakarta yaitu XT Square. Tiket masuk Museum De Mata adalah Rp. 50.000. Tapi dengan membayar Rp. 75.000 perorang, bisa masuk dan foto-foto di Museum De Mata dan De Arca sekaligus.
Keisha & Kyla menikmati banget foto-foto di museum ini. Mereka pilih sendiri spot lukisan yang ingin difoto.

DeMata2

Museum De Arca

Sesuai dengan namanya, Museum De Arca merupakan museum patung. Konsep dari Museum De Arca ini mirip dengan Madame Tussaud. Cuman menurut ei pribadi sih patung-patung yang ada masih kaku, belum seperti patung-patung Madame Tussaud yang pernah ei kunjungi di Bangkok yang mirip banget dengan aslinya. Museum ini terdiri dari 3 zona, yaitu zona tokoh nasional, zona presiden dunia, dan zona tokoh dunia.

Keisha senang banget bisa foto dengan patung penyanyi idolanya, Michael Jackson, meskipun awalnya malu-malu sampai harus dipaksa dulu  .
Museum De Mata dan De Arca ini buka dari jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam.

DeArca

Selesai dari Museum De Arca, ei udah ada janji ketemuan dengan teman-teman Kelas Inspirasi Bogor 3 yang  kebetulan ikut Kelas Inspirasi Yogya plus yang memang domisilinya di Yogya.
Kami bertemu di Resto Mak Combrang yang berlokasi di Jl. Abu Bakar Ali no. 2A. Nama dari resto ini disesuaikan dengan menunya yaitu hampir semua makanan beratnya menggunakan bumbu kecombrang.
Sementara kami ber-chit chat seru, 3K dan ayahnya juga seru dengan permainan yang disediakan oleh resto ini dan dipinjamkan kepada pengunjung untuk dimainkan ditempat.

MakCombrang

Ngga terasa, hari sudah hampir berganti tanggal. Kangen-kangenan harus kami sudahi dulu sementara. Semoga kapan-kapan bisa berkumpul lagi dengan formasi lengkap ya  .

Kami pun pulang dan karena hari sudah sangat larut, ei harus (lagi-lagi) menyiapkan mental kalo besok 3K pasti akan bangun dan sarapan kesiangan lagi   .

… cerita trip to yogyakarta ini masih bersambung lagi yaaaa …

(Visited 187 times, 1 visits today)

Comments 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *