Bonanza’s Family trip to Yogyakarta – 3

Sesuai ekspektasi, sarapan hari ini pun lagi-lagi mepet di akhir waktu. Tapi hari ini ei berhasil menyempatkan waktu untuk beli lotek Teteg.
PicsArt_04-25-08.21.36Tempatnya dekat dari hotel tempat kami menginap, tinggal menyeberang jalan dan berjalan ke arah kiri sekitar beberapa puluh meter. Ei perhatikan dari kemarin, tempat ini ramai dikunjungi sedari pagi. Ei mampir dan beli seporsi lotek dengan lontong dengan harga Rp. 14.000,  dibungkus untuk dimakan di hotel.
Ternyata seporsinya itu ukurannya banyak sekali. Tapi karena yang lain sudah sarapan, berhasil habis oleh ei sendiri .
Selesai ei sarapan, kami berangkat menuju Candi Borobudur. Perjalanan dari hotel cukup lancar.

Candi Borobudur

Waktu udah menunjukkan tengah hari. Meskipun sinar mataharinya terik, tapi awan cukup tebal di sisi tertentu. Dan benar saja, hujan sudah mulai turun rintik-rintik waktu kami baru melewati pintu penyerahan tiket. Langsung memanggil penyewa payung yg banyak hilir mudik menawarkan sewaan. Harga sewa satu payung lima ribu rupiah. Awalnya ei bingung bagaimana nanti mengingat kita menyewa payung dari siapa. Tapi ternyata setiap payung sudah ada tandanya. Jadi selesai menyewa cukup dikumpulkan di satu tempat yang telah ditentukan, nanti para penyewa yang akan mengumpulkan payung-payung sewaan mereka.

Hujan yang tadinya rintik-rintik berubah menjadi gerimis saat mulai meniti anak tangga Borobudur. Tapi karena udah tanggung sampai di sini, kami urung untuk berhenti. Bahkan Keenan terus naik tangga sendiri tanpa digendong. Hanya sesekali mengeluarkan suara “eeeghh” seolah menaiki anak tangga dengan menggunakan seluruh tenaganya, diselingi dengan senandung lagu-lagu yang disukainya. Ah, kamu bikin ayah bunda bangga Nak.

PicsArt_02-10-05.05.05

Sampai di atas tempat stupa-stupa besar berada, kami hanya sempat berfoto sebentar sebelum kemudian hujan menjadi sangat deras. Memang kami sampai terlalu siang juga sih ya. Menurut para pemandu wisata, saat itu wilayah candi Borobudur memang rawan hujan setiap lewat waktu Dhuhur.
IMG-20160426-WA0026Kami memutuskan untuk turun. Meskipun menggunakan payung, hujan sederas itu cukup membuat kami tetap kuyup. Perjalanan keluar dari wilayah candi Borobudur ternyata jauh lebih panjang daripada waktu masuk tadi. Kami melewati jalan yang di kiri-kanannya terdapat penjual-penjual souvenir. Jalanan yg dilewati pun banyak terdapat genangan air.
Alhamdulillah kami membawa pakaian ganti di mobil. Dan juga tadi sempat membeli sendal jepit murah, lumayan sebagai pengganti sepatu kami yang basah.

Setelah selesai berganti pakaian dan sepatu, kami meneruskan perjalanan ke tujuan berikutnya : Taman Pelangi.

Taman Pelangi

Sampai di Taman Pelangi masih terang, sekitar jam 4.30, tapi pengunjung sudah mulai banyak berdatangan.
Taman Pelangi adalah sebuah tempat di mana konon kita dapat melihat pelangi meskipun saat malam hari. Pelangi yang dimaksud adalah cahaya warna warni yang muncul dari lampion-lampion dengan berbagai aneka bentuk yang terdapat di hampir seluruh Taman Pelangi. Sambil menunggu lampion-lampion nyala, anak-anak menghabiskan waktu di arena bermain anak. Mulai dari bermain bom-bom car, sewa sepeda, dll. Ei menikmati semangkok bakso, sementara ayahnya menyeruput kopi.

Menjelang maghrib, satu persatu lampion dengan berbagai bentuk mulai nyala. Kami berkeliling untuk melihat lampion di sebelah atas. Turun ke sebelah bawah, sepertinya tenaga yang tersisa sudah tinggal sedikit. Jadinya kami putuskan untuk berkeliling dengan menggunakan kereta sewaan.

PicsArt_02-09-11.14.22

Secara keseluruhan Taman Pelangi ini bagus, dan akan menjadi jauh lebih bagus lagi kalau dibarengi dengan perawatan yang lebih mendetil. Juga kedai-kedai penjual makanan dan minuman masih bisa dibuat lebih rapi. Mudah-mudahan lain kali kalau kita ke sini lagi sudah jauh lebih baik ;-) . Oh iya tiket yang harus di bayar per orang untuk masuk Taman Lampion adalah Rp. 20,000 per orang.

PicsArt_04-25-08.29.42Puas berkeliling di Taman Pelangi, 3K minta pulang dan mampir untuk makan malam di Pizza H*t. Tuh kaaan, kalau pergi sama anak-anak jangan harap deh bisa wisata kuliner daerah hehehe.

Selesai makan kami langsung pulang, masih ada pe er untuk beres-beres perlengkapan karena malam ini adalah malam terakhir kami menginap.

Senin, 8 April 2016

Setelah membereskan administrasi, kami pun check out dari hotel. Seperti biasa, waktu sudah lewat jam 10 pagi pastinya. Kami mampir dulu untuk beli sedikit oleh-oleh di Bakpia Kurnia Sari.
Sudah diputuskan oleh Pak Supir Ganteng bahwa perjalanan pulang kali ini akan lewat jalur Utara. Ekspektasi kami perjalanan akan lebih lancar sehingga waktu tempuh lebih pendek daripada waktu berangkat.
Sayangnya dugaan kami meleset. Kendaraan cukup padat karena ada bagian jalan yang rusak berat sehingga harus dilewati dengan perlahan.

Meskipun begitu, percaya deh setiap perjalanan selalu membawa kesan tersendiri. Dan alhamdulillah kami sampai selamat sampai di rumah setelah menempuh perjalanan 18 jam, 4 jam lebih lama dari waktu perjalanan berangkat ;-) .

Nah, selesai sudah cerita bersambung Bonanza’s Family trip to Yogyakarta, sampai berjumpa di cerita trip yang lain ya, Insya Allah :-) .

(Visited 110 times, 1 visits today)

Comments 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *