Archive for curhat

Cesar vs normal, ASI vs Formula : pilihan atau terpaksa ?

Dalam rangka hari Ibu yang dirayakan di Indonesia tgl 22 Des kemarin, di milis komunitas kereta jabodetabek yang ei ikutin ada mbak A yg menulis seperti ini :

Untuk semua ibu dan calon ibu di muka bumi ini…..

IBU mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan, dan membimbing dengan mengorbankan seluruh yang dia punya, bahkan dirinya, nyawanya demi aku, anaknya. IBU, kasihmu lebih dari kasih SURGA. Terima kasih IBU….

Happy Mother’s Day!

Regards,
‘mbak A’

Langsung di komentarin seperti ini :

Sis,
Mungkin harus ditambahi menjadi begini:

IBU mengandung, melahirkan MESKI LEWAT SESAR agar misis Vnya tetap terjaga, merawat MESKI pakai SUSU BOTOL agar bentuknya Pnya tetap terjaga, membesarkan, dan membimbing dengan mengorbankan seluruh yang dia punya, bahkan dirinya……..dst

Salam
‘Bapak B’ yg beruntung istrinya melahirkan normal dan menyusui ekslusif

Hmmm… ei paling gemes sama orang yang suka men-genalisir kayak gini.

mang_oyo_dec2009Melahirkan dengan proses normal atau cesar, menyusui bayi dengan ASI atau susu formula dan botol, buat ei bukan sekedar pilihan.
Yang alamiah memang yang lebih baik dilalui prosesnya jika semua kondisinya dalam keadaan normal. Dalam kondisi ada yg ngga normal, yang pake campur tangan alat hasil buatan pabrik bisa nyelametin nyawa.

Bagi mereka, wanita sebagai calon ibu yang mengerti dari banyak membaca buku atau belajar dari pengalaman orang lain atau bahkan pengalaman diri sendiri (sudah pernah melahirkan), proses normal dalam rangka melahirkan anak merupakan sebuah cara yang sangat diharapkan. Di milis sehat, bahkan seringkali seorang ibu yang berbagi cerita perjuangannya untuk dapat melahirkan anak kedua dengan proses normal, meskipun anak pertamanya dilahirkan dengan proses cesar.

Para ibu yang memilih proses lahiran cesar dan tidak mau memberikan ASI karena alesan yang dibilang si bapak B di milis itu pada kenyataannya memang ada. Tapi ei yakin mereka yang memilih cesar dan memberikan susu formula padahal kondisinya sangat mungkin untuk melahirkan normal dan memberikan ASI bahkan ekslusif, hanya karena kurang pengetahuan mengenai resiko, keuntungan dan kerugian dari proses yang mereka pilih. Mungkin mereka belum tau bahwa melahirkan dengan proses cesar itu bukannya tanpa resiko. Atau mungkin mereka belum tau bahwa perubahan bentuk payudara sudah dimulai pada saat kehamilan, bukan semata2 karena proses menyusui.

Kekurangan pengetahuan ini seringkali dimanfaatkan oleh oknum dokter yang kalo istilah ei bilang ‘cesar minded’ dan juga oknum rumah sakit tempat bersalin yang terlanjur punya kontrak kerjasama untuk memberikan keuntungan bagi produsen susu formula.

Ei sendiri alhamdulillah bisa melahirkan 2K dengan proses normal meskipun dengan induksi. Proses induksi melahirkan Keisha 18 jam, proses induksi melahirkan Kyla 35 jam. Sangat beruntung kedua proses lahiran dibimbing dokter yang tidak ‘cesar minded’ bahkan pada saat melahirkan Kyla, ei berhasil minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD) selama 30 menit.
Sementara proses memberikan ASI, ei termasuk yang gagal memberikan ASI buat 2K. Gimana rasanya gagal memberikan ASI? Ei pernah share disini

Balik lagi ke komentar Bapak B tadi. Yak betul dugaan anda, komentar Bapak B tadi bikin thread dari email itu jadi panjang. Menurut ei, nyambit hal begini sama sensitifnya dengan nyambit topik ibu bekerja vs ibu di rumah. Kalo di bahas ga akan ada abisnya :) .
Tapi ei ikutan bikin threadnya tambah panjang ga? Pastinya donk ;) , gini komentar ei :

Pak, sekedar saran kalo ngga ngerasain proses lahiran dan nyusuin
secara langsung, jangan trus langsung men-generalisir…

*anak 2 lahiran normal gag bisa kasih asi meski dah konsultasi ke
klinik laktasi rs carolus jkt bogor pp 40 hari abis lahiran*

*foto : pagi2 di bubur Mang Oyo, Jl Surapati bandung, 18 Dec kemarin, belum pada mandi :P *

Selamat jalan Bu Ami…

10.52 pagi tadi, telpon gw bunyi …

gw sempet ragu untuk terima telpon itu karena sedang di tengah2 miting

setelah ringing-nya gw buat silent, gw keluar ruangan

ternyata suara kamu di sebrang sana ‘Mi…

dengan suara parau kamu bilang : “Ei, bokap gw meninggal tadi pagi”

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun …

Gw bilang :  ” Yang sabar ya ‘Mi, tapi sorry gw lagi miting, nanti gw telpon balik ya”

Seharian tadi gw sibuk ‘Mi, gw lupa janji telpon balik kamu

Sampe tadi, 1 jam yang lalu…gw denger kabar itu …

Suami kamu bilang kamu berulang kali pingsan, ga berhenti2 nangis dan mengigau.

Rupanya kamu bener2 kehilangan ya ‘Mi, sampe akhirnya malem ini kamu pergi juga…

Mi…

Maafin gw yang lupa telpon balik kamu tadi…

Gw bener2 lupa janji gw terakhir kali di telpon tadi …

Semoga amal ibadah kamu diterima Alloh ya, semoga dosa2 kamu diampuni, semoga kamu dan kakeknya anak2 diberi kelapangan di alam kubur.

Sekali lagi…maafin gw ya ‘Mi…

tetangga depan rumah kamu

yg masih terngiang suara kamu di telinga gw pagi tadi

Citibank oh Citibank

History I :

Tanggal 31 Maret 2008 jam 8.47 pagi, telp ke 69999 (Citiphone banking) dari no matrix di terima sama Gery.
Setelah validasi data, bilang kalo mau tutup kartu Visa Gold dan Master Gold.
Gery confirmed, Visa & Master Gold akan otomatis ditutup pada masa kartu berakhir, (Master Gold –> 02/09 , Visa Gold –> 09/08). Selama masa kartu masih belum berakhir, tidak akan ada tagihan annual fee,
kartu masih bisa digunakan sebagai dana cadangan. Kalau dipake, status penutupan kartunya batal.

History II :

Tanggal 15 Oktober 2008 jam 5 sore (17.00), telpon lagi ke 69999, komplen karena masih terima annual fee untuk Master Gold Card. Diterima sama Greta, konfirmasi ulang :

  • Master Gold Card –> ditutup, annual fee akan dikoreksi
  • Visa Gold Card –> ditutup, akan diganti dengan clear card limit 8 jt
  • Citibank Cash Back akan diusulkan untuk dinaikkan credit limitnya.


History III :

Tanggal 14 Jan 2009 telpon lagi ke 69999 jam 10.47 pagi, komplen karena setiap telp ke 69999, ga bisa input pake no kartu cash back, selalu minta ulang masukkan 16 digit no kartu citibank anda. Baru bisa masuk dan query kalo yang dimasukkan adalah no kartu Master Gold (untung masih nemu tagihan lama, kartu Master & Visa Gold udah digunting)
Diterima sama Gladys, dan confirmed kalo master dan visa gold card statusnya di database citiphone banking akan di block, supaya bisa masuk ke citiphone banking dengan input no kartu cashback.

History IV :

Hari ini, 13 April 2009, pulang ke rumah nemu amplop citibank, yang isinya surat Perihal : Jatuh Tempo Pembayaran. Liat no kartunya di surat, sepertinya no kartu visa/master gold yang lama, yang nomornya aja ei udah ga nyimpen lagi karena udah konfirmasi tutup sebanyak 3 kali. Mau marah ga seeeeehhh…. :mad:
Telpon lagi ke 69999 jam 20.55 diterima sama Daniel, nanya itu yang muncul di surat Perihal : Jatuh Tempo Pembayaran untuk tagihan apa? Annual Fee kah? Bukannya udah minta ditutup dari 31 Maret 2008 yak …

Daniel ngebacain history ei nelp ke citiphone banking mengenai penutupan kartu, yang ei potong dengan bacain catetan ei sedetail-detailnya. *hmmm, mampus lo… lengkap kan catetan gw ….*
Dibilangnya status kartunya masih aktif. Jadi surat pemberitahuan itu adalah tagihan annual fee …

Duuuhhhh, esmosi jiwa #*&$&#%)#&%:evil: jadi yang historikal yang dia bacain itu buat apa? Kalo Daniel bisa bacain historikal telpon ei ke citiphone banking, artinya permohonan tutup kartu tercatat baik di database mereka kan? Apa buat menuh2in database doang? Dikiranya orang telpon itu ga pake biaya?!!! Belum validasi data, belum kalo disambung ke bagian tutup kartu, ditanya2 lagi kenapa tutup, trus dibujuk2 supaya dijadiin dana cadangan, dll.

Daniel bilang, mau dicatet lagi komplennya, paling cepet besok atau paling lambat 5 hari kerja ke depan akan dihubungi kembali oleh bagian tutup kartu, karena mau langsung disambungin ke bagian tutup kartu, jam kerjanya cuman sampe jam 5 sore. Ei bilang gini : “Mas, saya tau anda cuman melakukan pekerjaan. Tapi tolong catet di situ, Saya tunggu sampai besok, kalo tidak ada yang konfirmasi, saya akan tulis di Media. Saya sudah minta tutup kartu dari 31 Maret 2008, kelamaan kalo saya harus nunggu lagi sampai 5 hari kerja.

Okeh … kita tunggu besok.

Update 15 April 2009:

Karena kemaren ga ada yang ngehubungin ei dari pihak Citibank, jadinya semalem, jam 22.04 terkirim surat tentang ini ke Surat Pembaca Kompas via email :) .