Curug Bidadari Sentul Paradise Park Bogor

Menjelang weekend kemarin, ei sama abang berencana ingin bawa 3K jalan-jalan. Inginnya sih ke tempat yang menarik tapi tidak terlalu jauh, sekitaran Bogor aja supaya waktu tempuhnya tidak lama. Selain cari yang dekat, juga yang tidak memerlukan biaya besar. Maklum, kami ini rombongan sirkus, sekali berangkat minimal 5 orang, biaya jadi salah satu pertimbangan  .
Akhirnya diputuskan bahwa tujuan jalan-jalan kali ini adalah ke Curug Bidadari Sentul. Curug adalah kata dari bahasa Sunda yang artinya air terjun.

curugbidadari2Berangkat dari rumah jam 8, terlambat satu jam dari yang direncanakan. Ya, namanya aja rombongan sirkus ya, pas mau berangkat ada aja yg bikin delay. Karena masih terbilang pagi, jalanan lancar, kami tidak bertemu dengan satupun titik macet.
Total waktu tempuh dari carport rumah sampai gerbang Sentul Paradise Park hanya 1 jam. Itupun sudah termasuk mampir ke pom bensin untuk tambah nitrogen ban mobil.
Rute yang kami ambil adalah rute yang melewati Rainbow Hills. Kondisi jalan secara keseluruhan cukup mulus. Hanya saja ketika sudah mendekati gerbang Sentul Paradise jalanannya belum diaspal, masih berbatu. Tapi batunya lumayan kecil-kecil dan tidak tajam koq, aman untuk dilewati mobil. Cuma perlu jalan perlahan dan lebih berhati-hati karena ada satu titik longsor yang mengharuskan kendaraan berjalan bergantian dengan yang dari lawan arah.

Harga tiket masuk Sentul Paradise Park ini adalah Rp. 30,000 perorang, jika membawa mobil maka tarif parkir mobilnya adalah Rp. 10,000. Di beberapa titik ada yang minta sumbangan sukarela untuk pemeliharaan jalan desa. Kemarin sih kami kasih Rp. 2,000 setiap titik.
Kami juga menyewa saung dengan harga Rp. 60,000 untuk 2 jam. Pssst, prakteknya sih kami gunakan saungnya sampai 3 jam dan tidak diminta biaya tambahan
Curug BidadariCuaca pagi itu cukup mendung, kami sempat harap-harap cemas takut turun hujan. Ternyata kecemasan kami tidak beralasan, menjelang siang cuaca berubah menjadi cukup cerah sampai waktu kami pulang.

Berbeda dengan pengalaman kami sewaktu di Gunung Salak Endah (GSE), kali ini lokasi curug sangat mudah dijangkau. Hanya perlu menuruni sedikit anak tangga dari lokasi parkiran, curug sudah terlihat. Setelah turun anak tangga kemudian dilanjutkan berjalan beberapa puluh meter untuk mencapai area curug seperti yang terlihat di foto ini. Asyik kan ?

Keisha & Kyla langsung ngga sabar ingin main di kolam tempat terjunnya air. Meskipun airnya dingin, tapi mereka betah berlama-lama di situ. Sementara Keenan hanya mau main-main sebentar aja, sepertinya tidak nyaman karena dasar kolam tempat kakinya berpijak terdiri dari batu-batu yang bikin agak sulit berjalan.

Setelah puas bermain air, 3K berbilas. Tempat berbilasnya terbuka, dengan air pancuran yang disalurkan melalui bambu-bambu. Tempat ganti pakaiannya dibuat dari bilik-bilik bambu, tapi cukup rapat. Sayang ei ngga ambil fotonya karena waktu antar anak-anak bilas tidak bawa handphone.

Secara keseluruhan, Curug Bidadari ini layak untuk dijadikan alternatif tujuan wisata. Jika pemerintah kabupaten/desa bisa memberi perhatian lebih dari sekedar memungut sumbangan untuk pemeliharaan jalan, pasti kondisinya bisa jauh lebih bagus dan lebih bikin betah pengunjung.
Nah, jika kalian jalan-jalan ke curug, meskipun tidak berniat untuk main air, lebih baik bawa baju ganti ya. Karena kalau berlama-lama diam di sekitar tempat turunnya air, baju kita bisa basah oleh percikan air yang terbawa oleh angin.

Oh iya, jalan-jalan kemarin ei rangkum dalam bentuk video di bawah ini, selamat menikmati 

(Visited 852 times, 1 visits today)

Comments 66

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *