[Gadget] Mungil-Ringan-Powerfull

Yup, itu pesen ei sama Abang kalo lagi minta dicariin notebook untuk dipake ei sendiri : mungil, ringan, powerfull dan kriteria yang terakhir yang bikin Abang lumayan suka sakit kepala : ngga mahal alias terjangkau :-D .
Mungil dan ringan karena ei mau kalo di bawa ke mana-mana ngga ribet. Powerfull karena biasanya ei suka instal aplikasi yang konsumsi sumber daya nya lumayan besar seperti aplikasi klien untuk mengakses database, aplikasi untuk mengedit gambar, aplikasi untuk mengedit file dengan ukuran besar, dll.
Ukuran notebook yang masih bisa diterima buat ei maksimum 11,3 inchi. Lebih dari itu pasti ei komentar : “duh, kebesaran”.

Tapi ya, umur ngga bohong. Makin kesini meskipun notebook yang ei gunakan memenuhi kriteria, koq rasanya masih tetap berat untuk di bawa-bawa. Ditambah lagi ei juga udah mulai kepingin pake tas yang agak-agak bermodel gitu. Selama ini kan tas ei ke kantor selalu yang modelnya backpack atau tas punggung.
Nah, mulai deh ei melirik tablet.

Tablet
Tablet yang pertama kali ei pake berbasis android dengan ukuran 10 inch. Tentunya tidak semua aplikasi yang terinstal di notebook yang berbasis windows bisa mendapatkan aplikasi yang setara di tablet yang berbasis android. Tapi paling tidak aplikasi-aplikasi mendasar yang sering diperlukan pada saat mobile sudah bisa di dapatkan di Google Play. Untuk menambah kenyamanan bekerja, tablet ei lengkapi dengan bluetooth keyboard kecil yang dapat terhubung dengan tablet melalui koneksi bluetooth.

tab_menu

Sampai suatu ketika keluarlah tablet dengan ukuran lebih kecil dan lebih tipis. Sebetulnya pasangan tablet 10 inch dengan keyboard ini cukup bikin ei happy. Tapi tawaran dari Indosat untuk pelanggan matrix betul-betul bikin ei tergiur, padahal dari dulu biasanya ganti gadget ya karena ada tambahan fitur yang diperlukan atau memang sudah waktunya untuk diganti karena banyak aplikasi baru yang diperlukan sementara gadget yang dipegang sudah tidak memenuhi minimum spesifikasi yang diminta.
PicsArt_1425955635839Singkat cerita, si tablet ukuran 8,4 inch itu pun hadir di tas ei.

Bluetooth Keyboard
Berbeda dengan tablet yang sebelumnya, kali ini si produsen melengkapi dengan bluetooth keyboard sebagai aksesori tambahan. Bluetooth keyboard dirancang sedemikian rupa sehingga jika digabungkan dengan tablet bentuknya akan menyerupai notebook dengan ukuran mini dan tipis, manis. Daya yang digunakan oleh bluetoot keyboard di dapat dari baterai di dalamnya bisa di charge dengan port mini usb.

Pasangan tablet dan bluetooth keyboard ini lumayan bikin orang yang lihat tertarik untuk mengganti notebook-nya. Beberapa kali dari yang lihat mengajukan pertanyaan yang sama : “Terus fungsi mouse-nya pakai apa?”.
Hey… sepertinya pada lupa kalo tablet sudah menggunakan fitur layar sentuh alias touch screen. Meskipun tetap lebih nyaman menggunakan mouse, tapi sebagian besar fungsi mouse bisa dilakukan dengan fasilitas layar sentuh ini.

Bluetooth headset
Setelah cukup senang dengan tablet dan keyboard-nya, muncullah kemalasan baru. Malas memelihara lebih dari satu gadget. Yup, kalo semua fungsi smartphone sudah bisa dipenuhi dengan tablet, buat apa pake smartphone lagi. Efisiensi bisa dimulai dari tidak perlu repot mengisi ulang pulsa 2 nomor simcard, tidak perlu repot untuk charging lebih dari satu gadget dalam sehari, tidak perlu bikin repot orang lain karena ada 2 nomor simcard yang harus di simpan di phonebook dan menimbulkan pertanyaan : “Nomor yang aktif yang mana?” .
Hanya saja, males banget ga sih menjawab telepon dengan menempelkan talenan tablet di kuping?
Bisa saja sih menggunakan handsfree. Tapi kebayang repotnya kalau ada telepon masuk harus memasang handsfree.

Ada juga option lain yaitu bluetooth earphone. Bentuknya mirip alat bantu dengar untuk tuna rungu. Hanya aja ei merasa ngga nyaman untuk menempelkan alat itu terus menerus di kuping.
Jadinya ei tetep masih bawa-bawa tablet dan smartphone sampai ei ketemu alat ini.

PicsArt_1425955730391Adalah sebuah alat berbentuk seperti alat tunjuk yang mengunakan sinar infra merah (pointer) dikenal dengan nama Bluetooth headset . Jika dikoneksikan dengan tablet menggunakan bluetooth, maka alat ini dapat berfungsi untuk menerima panggilan telepon ke nomor simcard yang terpasang di tablet. Juga dapat berfungsi sebagai headset saat melakukan panggilan telepon dari tablet.

Kekurangan bluetooth headset ini adalah tidak ada fitur untuk menampilkan nama atau nomor telepon yang memanggil nomor simcard. Jadi meskipun jika ada panggilan telepon alat ini akan bergetar sebagai notifikasi, tetap harus membuka tablet untuk mengetahui nama atau nomor si penelepon.

Sebenarnya ada lagi pelengkap gadget lain yang dapat memenuhi kebutuhan ini, namanya smartwatch. Sesuai dengan namanya, bentuk smartwatch seperti jam tangan. Selain dapat menampilkan nama atau nomor telepon yang melakukan panggilan tapi juga terdapat fitur lainnya antara lain jam, notifikasi sms, notifikasi aplikasi-aplikasi chatting, stopwatch, mendengarkan musik, juga dilengkapi dengan fungsi microphone dan speaker untuk bertelepon.

Sampai sekarang ei masih maju mundur untuk beli smartwatch ini karena harganya relatif mahal untuk fungsi yang betul-betul ei perlukan yaitu menampilkan nama atau nomor telepon saat tablet menerima panggilan telepon. Sementara fungsi lainnya tidak terlalu diperlukan.

Hmmm ngemeng-ngemeng kalo ada yang mau berbaik hati ngasih ei smartwatch secara cuma-cuma, pasti akan ei terima dengan senang hati ;-) .

(Visited 111 times, 1 visits today)

Comments 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *