Kawasan Wisata Gunung Salak Endah

Weekend kemarin, Abang ada acara dengan teman-teman SMA-nya. Mereka mengadakan family gathering dengan menginap di villa di kawasan wisata Gunung Salak Endah (GSE). Hanya saja karena ei lebih dahulu daftar ikut acara Fun Blogging di Jakarta dan malamnya acara resepsi team kantor di Jakarta juga, jadinya kami baru bisa bergabung hari Minggu-nya.

Karena malamnya baru sampai rumah jam 11, yang tadinya berencana berangkat ke GSE pagi-pagi sekitar jam 6, akhirnya baru jalan jam 9 aja . GSE ini berada di kaki gunung salak, Bogor. Rute yang kemarin kami ambil adalah ke arah Dramaga, terus mengikuti jalan ke arah Leuwi liang kemudian belok kiri setelah Cibatok.
Total waktu perjalanan dari rumah sampai GSE sekitar 2,5 jam dari rumah dengan sedikit macet di beberapa titik karena angkot yang menunggu penumpang dan antrian ramainya persimpangan jalan.

Tiket Gunung Salak EndahMasuk di gerbang GSE ada petugas yang akan menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan untuk tiket masuk kendaraan dan orang.
Di kawasan GSE ini banyak villa-villa yang disewakan. Villa yang disewa oleh acara family gathering kali ini bernama The Green Villa.
The Green Villa menyewakan banyak bangunan villa terpisah dengan harga yang variatif antara 750 ribu – 1,5 juta rupiah. Villanya cukup terawat, bersih, bangunannya tidak baru tapi belum terlalu lama, nyaman, dengan pemandangan langsung ke pegunungan.
Yang dijadikan villa utama di acara kemarin harganya 1,5 juta rupiah. Terdiri dari 2 kamar masing-masing dengan tempat tidur ukuran double, 2 kamar mandi, 1 dapur, satu ruang tengah, ruang terbuka dibelakang dengan pemandangan gunung salak plus tambahan 7 kasur sebagai extra bed yang bisa digelar di ruang tengah. Relatif cukup murah lah ya. Tersedia juga area untuk kegiatan outbond lho.

GunungSalakEndah2

Waktu kami sampai ke villa, sebagian sudah ada yang pulang waktu paginya setelah sarapan. Yang tersisa pun sedang beres-beres selesai makan siang dan persiapan pulang. Jadinya kami hanya sempat makan siang, ngobrol-ngobrol sebentar dan foto-foto saja. Memang sudah diduga sih kalau kita berangkat hanya akan ketemu yang lain sebentar, tapi Abang memang sekalian ingin tau tentang GSE ini.

Sementara yang lain sudah jalan pulang, karena tanggung sudah ada di wilayah GSE ini maka kami menuju salah satu obyek wisata terdekat yaitu Curug (air terjun) Cigamea. Saat itu cuaca mendung dan beberapa kali rintik hujan mulai turun, berhenti, turun dan berhenti lagi. Masuk obyek wisata Curug Cigamea kembali harus membayar tiket dengan harga 7,500 rupiah perorang. Dengan berbekal payung kami tetap teruskan berjalan di atas jalan kecil bebatuan meninggalkan parkiran mobil. Keenan lumayan terseok-seok berjalan dengan sandal di bebatuan dan akhirnya digendong sama Abang. Yang kemudian di lokasi kami diberitahu pemilik warung bahwa jalan kecil bebatuan ini adalah jalur baru. Sementara jalur lamanya jalannya sudah rapi bertangga-tangga .

Kami sampai di curug dan tak satupun yang membawa pakaian ganti karena tidak ada rencana untuk main di air terjun. Hujan turun cukup deras, kami berteduh di warung terdekat. Sambil berteduh anak-anak minta pop mie. Setelah hujan berhenti, kami foto-foto di sekitar air terjun. Tadinya kami tidak mengijinkan Keisha dan Kyla untuk turun bermain-main di air terjun. Tapi melihat Keisha sepertinya ingin sekali, akhirnya kami ijinkan dengan catatan tidak menceburkan diri supaya bajunya tidak basah kuyup. Sementara abang dan Keenan menunggu di warung, kami cewek-cewek bertiga turun ke air terjun.
Baru turun sebentar, hujan turun lagi. Buru-buru kami naik kembali ke warung. Keisha pun minta untuk turun sekali lagi ke air terjun kalau hujan berhenti : “Bun, aku mau ke air terjun lagi kalau hujannya berhenti, ternyata seru!”

GunungSalakEndah3

Tak lama hujan berhenti dan kami bertiga turun lagi ke air terjun. Kali ini ei udah agak sedikit tenang karena beberapa warung ada yang menjual pakaian ala kadarnya untuk ganti kalau basah. Dan benar saja, turun yang kedua ini Keisha terpeleset dan tercebur ke air . Akhirnya kyla pun sekalian basah-basahan.

Awan hujan di langit terlihat semakin tebal dan gelap. Padahal waktu baru sekitar jam 2 siang, tapi sudah seperti sore menjelang maghrib. Abang menyuruh kami untuk selesai main air dan kembali ke warung karena khawatir.
Jika di puncak gunung hujan deras, air yang terjun pun akan semakin besar dan arus air di bawahnya bisa menjadi sangat deras. Sudah beberapa kali wisatawan yang datang hanyut terbawa arus dan ditemukan tewas karena kejadian seperti ini.

Setelah beli baju ganti, kami langsung jalan kembali ke parkiran mobil. Keisha & Kyla ganti baju-nya di mobil saja, khawatir kembali hujan diperjalanan menuju parkiran, jadi sekalian basah. Kali ini melalui jalur lama. Dan ei kagum dengan kuatnya Keenan yang umurnya baru 4 tahun, mengikuti jalan beranak tangga tanpa merengek minta gendong, malahan sambil bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan  .

Menurut ei sih ya GSE ini layak sebagai opsi alternatif pengganti ke Puncak. Secara jalan ke Puncak saat ini sudah susah diajak kompromi kan ya. Kami yang dari Bogor saja kalo mau jalanan lancar, jam 6 pagi harus sudah di Gadok kalau tidak mau bete karena macet.

Sebenarnya ada banyak obyek wisata di GSE ini :

1. Pemandian Air Panas.
2. Curug Cigamea
3. Curug Gunung Seribu
4. Curug Ngumpet I
5. Curug Ngumpet II
6. Curug Pangeran
7. Kawah Ratu
8. Curug Cihurang
9. Bumi Perkemahan

Karena kami baru sempat berkunjung ke satu villa dan curug, jadi masih ada alasan untuk kembali lagi ke GSE suatu hari nanti .

(Visited 594 times, 1 visits today)

Comments 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *