Lampu isyarat bahaya aka lampu hazard

hazard_silauDulu, waktu masih belum bisa nyetir, ei ga peduli sama detail fungsi lampu2 yang standar nempel di mobil. Waktu mulai kursus nyetir mobil, baru deh terpaksa tau, sekedar bekal dasar berkendara dalam arti lampu yang sering dipake saat dijalan seperti lampu penanda belok kiri-kanan, lampu kecil, lampu besar, lampu jauh, lampu rem, lampu mundur.

Waktu kursus, ei tanya tombol bergambar segitiga buat apa. Si bapak pengajar bilang : “Oh, itu buat nyalain lampu hazard neng, lampu sein kiri kanan akan nyala barengan, buat kasih tau orang kalo mobil kita bermasalah”.
Seinget ei, sampe sekarang ei belum pernah nyalain itu lampu hazard kalo lagi nyetir.

Dengan berjalannya waktu & bertambahnya jam terbang nyetir ei, lampu hazard ini sering dipake orang saat nyetir mobil dalam keadaan hujan lebat dan jarak pandang berkurang dari normal. Buat ei, hal ini ngeganggu banget karena berasa sangat silau.

Sekali waktu ei cerita sama abang tentang ini. Komentar abang : “Iya, aku juga heran itu orang2 kebiasaan nyalain hazard pas hujan, padahal aturannya hazard itu hanya boleh dinyalain kalo kondisi kendaraan berhenti.”

Berangkat dari komentar abang, waktu itu ei jadi pengen lebih tau tentang lampu hazard ini. Yuks…mareeee….

Secara bahasa, menurut kamus ini, hazard artinya bahaya, mengambil resiko, resiko.

Sementara yang ditemuin di mas wiki di artikel ini, lampu hazard atau istilahnya hazard flasher, di definisikan seperti ini :
Also called “hazards”, “hazard warning flashers”, or simply “flashers”. International regulations require vehicles to be equipped with a control which, when activated, flashes the left and right directional signals, front and rear, all at the same time and in phase. This function is meant to be used to indicate a hazard such as a vehicle stopped in or alongside moving traffic, a disabled vehicle, an exceptionally slow-moving vehicle (including, for example, trucks climbing steep grades on Canadian expressways), a vehicle participating in a motorcade, or the presence of stopped/slow moving traffic ahead on a high speed road. Some people are known to use them in severe fog conditions, or simply when the vehicle has become a traffic hazard. Operation of the hazard flashers must be from a control independent of the turn signal control, and audiovisual telltale must be provided to the driver. In vehicles with a separate left and right green turn signal indicator on the dashboard, both left and right indicators may flash to provide visual indication of the hazard flashers’ operation. In vehicles with a single green turn signal indicator on the dashboard, a separate red indicator light must be provided for hazard flasher indication.

Sementara itu, dalam rangka cari undang-undang yang mengatur penggunaan lampu hazard di negara kita tercinta ini, ei nemuin seperti di bawah :

UU No. 22 Thn 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan Jalan (detailnya bisa diintip di sini) :

Pasal 107
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.
Penjelasan :
Pasal 107
Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” adalah kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, dan kabut.

Pasal 121
(1) Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman,
lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir
dalam keadaan darurat di Jalan.

Penjelasan mengenai lampu2 pada kendaraan, ei dapet dari beberapa pasal di PP No. 44 Thn 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi (detailnya di sini) :

Pasal 29
(1) Setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan alat pemantul cahaya yang meliputi :
a. lampu utama dekat secara berpasangan;
b. lampu utama jauh secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang mampu mencapai kecepatan lebih dari 40 km per jam pada jalan datar;
c. lampu penunjuk arah secara berpasangan di bagian depan dan bagian belakang kendaraan;
d. lampu rem secara berpasangan;
e. lampu posisi depan secara berpasangan;
f. lampu posisi belakang secara berpasangan;
g. lampu mundur;
h. lampu penerangan tanda nomor kendaraan bermotor di bagian belakang kendaraan;
i. lampu isyarat peringatan bahaya;
j. lampu tanda batas secara berpasangan, untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 milimeter;
k. pemantul cahaya berwarna merah secara berpasangan dan tidak berbentuk segitiga.

Pasal 31
(1) Lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam Pasal
29 huruf b berjumlah genap, berwarna putih atau
kuning muda yang dipasang pada bagian muka kenda-
raan.
(2) Lampu utama jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) harus dapat menerangi jalan pada malam hari
dalam keadaan cuaca cerah sekurang-kurangnya :
a. 60 meter untuk kendaraan bermotor yang diran-
cang dengan kecepatan lebih besar dari 40
km/jam dan tidak lebih dari 100 km/jam;
b. 100 meter untuk kendaraan bermotor yang
dirancang dengan kecepatan lebih dari 100
km/jam.

Pasal 32
(1) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 huruf c berjumlah genap dan mempunyai
sinar kelap-kelip berwarna kuning tua dan dapat dilihat pada waktu siang atau malam hari oleh pemakai jalan lainnya.
(2) Lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipasang pada ketinggian tidak melebihi 1.250 milimeter di samping kiri dan kanan bagian depan dan bagian belakang kendaraan.

Pasal 38
Lampu isyarat peringatan bahaya seperti dimaksud dalam Pasal 29 huruf i, menggunakan lampu penunjuk arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 yang menyala secara bersamaan dengan sinar kelap-kelip.

Pasal 40
(1) Pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal
29 huruf k, berjumlah genap, berwarna merah serta
dipasang di bagian belakang kendaraan.
(2) Pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) harus dapat dilihat oleh pengemudi kendaraan
lain yang berada di belakangnya pada malam hari
dengan cuaca cerah dari jarak sekurang-kurangnya
100 meter, apabila pemantul cahaya tersebut
disinari lampu utama kendaraan dibelakangnya

Berangkat dari definisi hazard flasher-nya mas wiki di atas, pengertian yang ei dapet, lampu hazard hanya digunakan jika :

  • kendaraan dalam keadaan berhenti di jalan yang panjang dan lurus.
    Di jalan yang panjang dan lurus, kendaraan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi. Lampu hazard yang dinyalakan pada saat kita berhenti memberikan tanda keberadaan kita ke kendaraan yang akan muncul di belakang kita untuk mengurangi kecepatan dan mengambil alternatif jalur lain yang tidak sama dengan jalur kendaraan kita.
  • kendaraan kita sedang jalan perlahan seperti misalnya jika jenis kendaraan yang kita bawa adalah yang berkecepatan rendah, misalnya truk2 bermuatan berat, sedang jalan di kondisi jalanan menanjak, sehingga punya kemungkinan bisa mundur balik karena ga kuat nanjak.
  • kendaraan kita sedang di jalan tol, tiba2 sekian meter di depan mobil2 yang lain berjalan pelan cenderung berhenti (kira2 kecepatan 5km/jam kali ya)

Menurut survey, orang2 menyalakan lampu hazard jika sedang berkendara di jalan tol dalam keadaan hujan, kebanyakan untuk memberikan tanda ke kendaraan di belakangnya agar mengurangi kecepatan dan berhati2 karena kendaraannya tidak melaju kencang

Seperti yang ei bilang di atas, ei termasuk yang terganggu jika kendaraan di depan ei menyalakan lampu hazard terus2an. Silau meeen.

Menurut ei, dalam keadaan hujan lebat, jarak pandang berkurang dari normal, semua kendaraan wajib (dan rasanya sih secara otomatis) menurunkan kecepatannya. Sesuai dengan penjelasan pasal 107 ayat 1 UU no 22 th 2009, pada kondisi seperti ini semua kendaraan wajib menyalakan lampu utama. Saat lampu utama kendaraan kita nyala, maka lampu pemantul cahaya yang berwarna merah akan ikut nyala juga. Adalah tugas kendaraan yang ada di belakang kita untuk dapat melihat lampu pemantul cahaya kendaraan yang ada di depannya.

Kalau ei nyetir ada dalam kondisi ga bisa lihat lampu pemantul cahaya kendaraan di depan ei, bukan lampu hazard yang akan ei nyalain, tapi ei akan ngurangin kecepatan, pindah ke jalur yang boleh lebih lambat. Udah di jalur paling lambat, kecepatan rendah, masih berasa ga aman buat jalan? Ya minggir, berhenti, nyalain lampu hazard :)

Itu kan kalo ei ya … kalo kamu, gimana? ;)

(Visited 123 times, 1 visits today)

Comments 2

  • ya sama. cuman ane kasusnya beda, ane nyalain segitiga pas nolongin orang tabrakan di jalan.!

  • kalow gw, pernah nyalain lampu hazard pas dalam perjalanan ke hospital karna udah mo melahirkan… hahaha… 45 menit kemudian brojollah anak gw… :D

    wkwkwkwk, kalo kasusnya kayak gini mah pasti polisi juga maklum :D