Menyimpan Persediaan Bahan Masakan

Sekarang ini banyak banyak bahan makanan yang dikemas sedemikian rupa agar lebih awet untuk dapat disimpan lebih lama. Meskipun tercantum tulisan : “segar dan tanpa bahan pengawet”  tapi tetap saja masih ada rasa khawatir. Iya, khawatir kalau bahan makanan tersebut sudah diberi tambahan sesuatu untuk membuatnya tidak cepat rusak. Maka dari itu dalam hal memasak, bahan-bahan masakan selalu dianjurkan yang segar. Segar dalam arti langsung diolah segera setelah dibeli dari warung/tukang sayur atau pasar.

Nah, ibu2 amphibi (pinjem istilahnya De nih – red) seperti ei gini yang statusnya double sebagai ibu sekaligus pekerja luar rumah, waktu yang tersedia untuk belanja bahan masakan sangat terbatas. Apalagi rumah dan kantor terletak di beda kota, eh beda propinsi malah (lebay :-P ). Setiap hari ke pasar atau nunggu tukang sayur datang bakal jadi pemborosan waktu.
Bisa saja sih disiasati dengan belanja di supermarket/hypermarket sambil keluar makan siang atau diperjalanan rumah-kantor. Tapi you know lah ya, belanja di tempat-tempat itu akan bikin sakit hati kalo membandingkan harganya dengan di pasar.

Sempat beberapa kali dapat asisten yang pintar masak dan selera rasa masakannya mirip-mirip. Wah nyah rumah senang sekali, tidak perlu memikirkan siasat untuk mengatur waktu terkait masak memasak . Tapi kalau sedang tidak beruntung, nyah rumah terpaksa turun gunung.
Kalau sudah turun gunung ya harus menyiasati agar kegiatan mulai dari belanja bahan masakan, menyimpan bahan masakan dan persiapan memasak lebih efektif dan efisien.

Bagaimana cara ei menyiasatinya? Ini ei share ya :

Sayuran
Untuk sayuran yang sifatnya daun-daunan, ei belanja setiap 3 hari sekali maksimal. Waktu belanjanya malam hari, pulang kantor, di pasar yang dekat dengan stasiun kereta. Pasar ini memang pasar yang aktif malam hari. Kalau sedang menanyakan harga, seringkali pedagang kembali bertanya yang bikin ei awalnya suka agak2 minder jawabnya : “Mau berapa kilo neng?” . Karena memang biasanya orang belanja disini yang punya warung sayur atau catering atau yang sedang menyiapkan hajatan. Tapi biasanya ei jawab “Ngga banyak koq Mang, buat di rumah aja, boleh kan?” . Jawabannya sih udah pasti boleh hehehe  .

Sayuran yang bisa disimpan untuk waktu lebih lama seperti wortel, labu siam, buncis, kacang panjang, kacang merah, jagung manis, dll belanjanya setiap seminggu sekali.

Supaya tidak cepat layu, cara menyimpan sayur-sayuran adalah dibungkus dahulu dengan koran (tanpa dicuci dulu sayurannya), baru kemudian di simpan dalam kulkas. Untuk memudahkan pencarian pada saat akan dimasak, biasanya ei kasih nama yang ditulis dengan spidol di koran pembungkusnya.

PicsArt_1421833999273

Bumbu Basah

  • Bawang merah dan bawang putih
    Bawang merah dan bawang putih ei beli seminggu sekali. Menyimpannya dengan mengupasnya terlebih dahulu, kemudian tanpa dicuci di simpan di wadah tertutup yang alasnya sudah diberi koran.
  • Akar-akaran (kunyit, jahe, lengkuas)
    Dicuci untuk membersihkan tanah yang menempel, kemudian di keringkan dengan dijemur. Setelah kering di simpan di wadah terbuka yang sudah diberi alas koran, kemudian simpan dalam kulkas.
  • Cabe, tomat
    Yang sudah cenderung basah karena hampir busuk dibuang, kemudian disimpan di wadah terbuka yang sudah diberi alas koran, simpan dalam kulkas.
  • Daun bawang, seledri
    Dibuang akarnya, dipotong sesuai ukuran wadah. Disimpan dalam wadah tertutup yang sudah diberi alas koran, tanpa dicuci terlebih dahulu.

PicsArt_1421833850305

Untuk membantu mempercepat waktu masak yang pernah ei share juga sebagian tips-nya di sini, biasanya ei juga bikin bawang merah halus-tumis, bawang putih halus-tumis, dan cabe merah-tumis. Jadi masing-masing bawang merah, bawang putih dan cabe merah yang sudah dikupas dan dicuci, diblender tanpa air, kemudian ditumis dengan sedikit minyak. Ditumisnya 1/2 matang saja, didinginkan, disimpan dalam wadah tertutup, masukkan dalam freezer. Untuk mencegah keluar masuk freezer dan bolak balik proses defrost, sebaiknya di simpan dalam wadah/kemasan untuk sekali masak.

PicsArt_1421837423845

Lauk
Untuk lauk, ei belanja seminggu sekali, di akhir minggu. Kalau sudah ada rencana pergi atau ada acara di wiken depan, wiken ini ei belanja lauk untuk persediaan 2 minggu.

  • Ikan, udang, cumi
    Di pasar, ei sudah punya penjual ikan langganan. Beli ikan di sini sudah sekalian dibersihkan dan bisa juga sekalian di potong, dibuat fillet atau di giling. Untuk udang bisa dibersihkan semuanya atau disisakan ekor. Sampai rumah tinggal dicuci lagi dengan air bersih, dilumuri dengan air jeruk nipis atau cuka, simpan di wadah tertutup masukkan dalam freezer.
    Untuk ikan yang nantinya akan digoreng dengan bumbu kuning, lebih baik disimpan dalam freezer setelah dilumuri dengan bumbu kuning.
    Masakan setengah jadi dari bahan ikan yang biasanya ei simpan di freezer untuk persediaan : bandeng presto
  • Ayam
    Untuk ayam goreng, biasanya ei memasak setengah jadi dengan mengungkep bumbu kuning atau bumbu bacem. Selesai diungkep, biarkan dingin, simpan dalam wadah tertutup, masukkan dalam freezer.
    Untuk persediaan ayam mentah, cukup dicuci bersih, dilumuri air jeruk nipis atau cuka, simpann dalam wadah tertutup, masukkan dalam freezer.
  • Daging
    untuk daging merah tidak dianjurkan untuk di cuci dahulu. Jika tersentuh air biasanya daging merah akan berubah warna menjadi kehitaman. Jadi sebaiknya langsung saja simpan di wadah tertutup, masukkan dalam freezer.

PicsArt_1421838385273

Aneka Sambal

Jika ada waktu luang, ei biasa membuat beberapa macam sambal yang proses pematangannya dengan cara di goreng. Setelah sambal digoreng, didinginkan, dimasukkan ke dalam toples kaca. Jika jumlahnya cukup banyak, setiap jenis sambal dibagi ke dalam 2 toples. Satu toples disimpan dalam kulkas bawah (chiller) dan satu toples lainnya disimpan dalam freezer.

PicsArt_1421831187330

Bagaimana tips-nya, cukup membantukah? Atau punya tips penyimpanan bahan masakan dengan cara yang berbeda? Silahkan share ya … ;-)

(Visited 2,894 times, 4 visits today)

Comments 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *