My 1st Ayam Kodok

Ayam kodok ini terkenal enaknya, sekaligus juga terkenal betapa ribet bikinnya. Dari dulu pengen nyoba bikin sendiri, tapi koq ya ga pernah punya nyali. Browsing sana sini, liat di youtube, sudah terbayang yang bakalan susah adalah menguliti ayam dengan sesedikit mungkin sobekan kulitnya.

2 minggu yang lalu, ada temen yang bersedia mendemokan ayam kodok versi simpel (dalam hal bahan isian dan bumbu). Memang ya, kalo pengen bisa sesuatu yang dianggap sulit, mesti belajar sama yang sudah pengalaman.
Awalnya ei takut banget kalo pada saat menguliti ayam, sobekannya banyak. Tapi setelah liat demo temen kemarin, sebenarnya ya ga masalah, hanya aja kalo sobekannya terlalu banyak jadi menguji kemahiran menjahit ;-) dan penampakan akhirnya jadi ga bagus pastinya (ga mulus).

Belajar dari demo, ayam yang digunakan beli di pasar dan sepertinya sudah lama di udara luar. Kulitnya agak kering dan jadi gampang robek. Pikiran ei waktu itu, sepertinya sih kalo ayamnya masih baru dipotong mestinya kulitnya lebih segar, lebih elastis. Kebetulan, ei punya tetangga tempat biasa pesan ayam potong. Ayamnya betul2 baru di potong kalo ada pesanan. Akhirnya ei pesan 2 ayam sekaligus. Dan betul ternyata, ayam segar itu lebih mudah di kulitinya (paling ngga berdasarkan pengalaman ei kemarin ya)

menguliti

Percobaan pertama ei, yang dipake adalah resepnya mbak Rina Rinso, detail resepnya bisa di lihat di sini. Di resep ini, setelah ayam di isi, dijahit, simpan di loyang yang telah dialasi alumunium foil, kemudian langsung di panggang. Sementara yang di demokan temen ei sebelumnya, setelah di proses pengisian dan penjahitan, ayam di kukus.
Total waktu pemanggangan adalah 2 jam yang di bagi jadi 2 sesi. Sesi pertama loyang ditutup alumunium foil, dipanggang selama 1 jam. Sesi kedua alumunium foil dibuka, setiap kurang lebih 15 menit ayam dikeluarkan dari oven, di oles dengan bahan pengoles, masukkan kembali ke oven.

mengisi

Sebenarnya di sisi kanan atas, kulit ayamnya mengelupas :-( . Tapi kalo liat di hasil akhirnya ga terlalu kelihatan ya. Jadi kalo hanya untuk konsumsi sendiri sih, pede aja lah ya untuk bikin lagi besok2 :-) .

memanggang1

Dan, setelah total 6 jam berkutat di dapur,  inilah hasil akhirnya… taraaaaa…. :-D

hasilakhir

Plus bonus nih hehehe :-P :

kenang2an

 

Seperti yang dibilang di atas, original resep ei pake dari resepnya mbak Rina Rinso. Yang kemarin ei bikin takarannya asal cemplung, tapi pakai icip2 buat ngepas rasa. Di bawah ini ei salin ulang tanpa takaran ya

Bahan :

  • 1 ekor ayam utuh, buang kepala dan kaki, pisahkan kulit dari daging (kulit ayam diusahakan bentuknya utuh)

Bahan isi :

  • daging ayam dari hasil pemisahan kulit dari daging, ambil dagingnya, sisihkan tulangnya untuk dibuat kaldu
  • 150 gr daging sapi giling ( seadanya di kulkas)
  • 2 buah hati ayam, rebus, sisihkan
  • 2 butir telur ayam, rebus, kupas kulitnya, sisihkan
  • 2 butir telur ayam, kocok lepas
  • tepung roti halus

Bumbu isi :

  • 1 butir bawang bombay
  • 5 siung bawang putih
  • Merica, bubuk pala, garam, kaldu ayam bubuk

Cara membuat isi :

Semua bahan dan bumbu dihaluskan jadi satu (ei pake chopper blender)

Bahan olesan pada saat memanggang :
Mentega, kecap manis, merica, madu (kemarin ei skip madunya karena ga ada persediaan di rumah)

Bahan saus :

  • kaldu ayam yang dibuat dari tulang ayam sisa proses pembuatan isi
  • bawang bombay, cincang kasar
  • mentega untuk menumis
  • terigu yang dicairkan dengan sedikit kaldu ayam
  • Bumbu : kecap manis, kecap inggris, merica, bubuk pala, garam

Cara membuat saus :

  1. tumis bawang bombay menggunakan mentega sampai matang
  2. tuangkan kaldu ayam, masukkan semua bumbu, biarkan sampai mendidih
  3. tuangkan terigu cair, aduk2 sampai kembali mendidih, angkat

 

 

(Visited 659 times, 1 visits today)

Comments 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *