OPV vs IPV

Kemaren ini di milis sehat ada yang kasih info kalo stok vaksin dpt & hib di rsia hermina sunter kosong sudah 2 minggu. Baca email ini, ei jadi ingin sharing waktu imunisasi dtp-hib adik Kyla yang pertama awal bulan agustus kemaren, vaksinnya juga kosong di rsia hermina bogor, tapi kita dikasih option untuk pake vaksin pediacel yang isinya DTaP+HIB+Polio (detail ceritanya bisa baca di sini).
Berawal dari situ, ada reply-an dari mbak ria, salah satu member aktif, kasih tau bahwa kalo pediacel itu polio-nya ipv, bukan opv. Dan kalo mbak ria ada di posisi ei, beliau akan pilih yang opv.

Wah, ei jadi ngerasa ketinggalan info nih, apalagi tuh polio ipv dan opv (pasti bukan temennya APV lah :P ). Jadinya ei sempet2in baca2 lagi cari2 tau makhluk apaan tuh ipv dan opv.
Setelah baca2 dari arsip milis dan artikel2 yang ketemu dengan bantuan om google, akhirnya ei sedikit ngerti. Ini ei share sepemahaman ei ya.

  • OPV singkatan dari Oral Polio Vaccine
    Adalah vaksin polio yang diberikan melalui mulut dengan cara diteteskan. Kandungan OPV adalah virus polio yang sudah dilemahkan. OPV memberikan imunitas pada saluran cerna selain memberikan imunitas sistemik. Pemberian OPV menyebabkan keluarnya virus polio melalui tinja anak.
  • IPV singkatan dari Inactivated Polio Vaccine
    adalah vaksin polio yang diberikan melalui suntikan. Kandungan IPV adalah virus polio yang sudah dimatikan. IPV memberikan imunitas sistemik saja.

Menurut tulisan bunda wati di sini, secara logika,  imunogenisitas (kemampuan sebuah vaksin untuk merangsang sistem imun tubuh) oleh virus yang dimatikan untuk membangun sistem imun tubuh akan lebih lemah dibandingkan virus yang dilemahkan.

Karena Indonesia adalah negara yang masih endemis Polio, maka dalam rangka pembebasan polio, pemerintah melakukan Imunisasi masal untuk anak2. Imunisasi masal dilaksanakan dengan OPV karena selain mudah diberikan (tidak perlu tenaga medis untuk meneteskan vaksin polio ke mulut anak), juga harganya lebih murah dibandingkan IPV. Nah, jika mayoritas anak mendapatkan imunisasi polio OPV, sementara anak kita dengan IPV, sementara sistem imun yang dihasilkan IPV lebih lemah daripada yang dihasilkan OPV, maka anak yang imunisasi polio dengan IPV masih beresiko untuk diserang virus polio yang keluar dari tinja anak yang mendapatkan imunisasi polio dengan OPV.

Jadi IPV hanya boleh digunakan di sebuah negara jika negara tersebut sudah bebas Polio.
Trus kenapa di Indonesia yg masih endemis Polio sudah beredar IPV ya ? Tanya kenapaaaaa…. hehehe ;)

Duh, ei sempet sedikit panik nih, gimana donk dengan adik kyla yang terlanjur dikasih IPV untuk Polio 2-nya? Perlu diulang nggak ya? Cari2 lagi arsip milis, ternyata ga perlu di ulang. Cukup kembali dengan OPV untuk imunisasi Polio berikutnya … fyuuuh… alhamdulillah.

Kurang lebih gitu deh sharing pemahaman ei terhadap makhluk OPV dan IPV. Kalo ada yang lebih tau mengenai hal ini dan menemukan kesalahan dari pemahaman ei, tolong dikoreksi yaaaaaa…..

Catetan :
DTaP –> vaksin DTP yang tidak menimbulkan panas
DTwP –> vaksin DTP yang dapat menimbulkan panas

*gambar asli nyomot dari sini, trus di edit dikit*

(Visited 743 times, 1 visits today)

Comments 5

  • […] Source: klik-dokter: Imunisasi Polio OPV VS IPV […]

  • OPV vs IPV memang jadi perdebatan… yah mungkin masalahnya udah lebih kompleks dari hanya masalah keuntungan dan kerugian, mungkin sudah masuk area politik dan ekonomi kalau sudah menyinggung kebijakan pemerintah.
    tapi kalau kita bisa memilih kenapa tidak…
    ada beberapa pemahaman yang saya kurang pas, tolong baca komenku yang di tempat dr wati deh… ada beberapa hal yang bisa jadi diskusi.
    yah supaya kita tidak memberikan pendapat yang salah.
    terimakasih

    bisa kasih linknya ? saya cari di link yang saya kutip ga ada komentar

  • di jogja diberikan IPV karena lebih dari 10tahun tidak ditemukan kasus polio di jogja…oleh karena itu tidak lagi diberikan OPV untuk mencegah efek samping polio itu sndiri…

    thx

    emmh, kalo menentukan bebas suatu penyakit itu, bukannya per negara ya? Logikanya sih, kalo penduduk pindah2 negara itu kan masih jarang ya, sekali nya ada pindahan juga untuk ngehindarin menyebarnya suatu penyakit, bisa dibantu proses karantina. Nah kalo yogya dinyatakan bebas polio, daerah sekitarnya gimana? Mungkin ga misalnya ada menduduk solo yg kena polio bawa virus itu ke yogya? Masih mungkin kan ya?
    Tapi ini pendapat saya yg awam sih, belum sempet juga cari2 info, pernyataan bebas suatu penyakit itu bisa per daerah atau mesti per negara

  • repotnya di jogja semua dokter kasih IPV, proyek percontohan atau apalah gitu namanya. trus gimana dong?

    semua dokter kasih IPV maksudnya mereka ga punya persediaan opv sama sekali atau mereka punya persediaan opv tapi karena proyek percontohan jadi ga mau kasih? menurut hemat saya sih ipv atau opv saat ini di indonesia masih sepenuhnya hak pasien buat milih, sorry kalo ga banyak bantu

  • […] udah sepakat kalo imunisasi berikutnya polionya kita prefer opv (seperti yang udah bunda share di sini […]