Rasanya tertipu ? Berasa jadi sangat bodoh

Hari Minggu, 7 Juni 2015, jam 3.52 dini hari, telepon bunyi. Waktu diangkat, suara perempuan nangis-nangis bilang kalo sedang di rampok dan sekarang jadi sandera. Ei tanya namanya siapa, dia sebut namanya tapi ngga jelas. Dan ei pun terpancing menyebutkan nama seseorang : “Ini mbak *tiiiiiit* ?”. Dan dia pun menyebutkan namanya dengan jelas sekarang “Iya, saya *tiiiiiit*” .
Dan dia minta tolong, kembali menjelaskan kalo sedang di rampok dan di sandera. Ei tanya gimana cara nolongnya, dia bilang nanti bicara sama rampoknya. Telepon diambil sama si perampok, laki-laki. Si perampok tanya hubungannya dengan yang di sandera apa, ei bilang saudara. Intinya si perampok minta tebusan 10 juta, kalau ngga si mbak itu ditembak mati.

Sebenarnya ada sedikit curiga kalo ini penipuan. Makanya ei masih usaha supaya ngga transfer 10 jt. Ei bilang kalo uang di bank hanya ada 1,3 jt sekian, maksimum yang bisa ditransfer hanya 1,25 jt. Si perampok bilang ya udah di transfer dulu aja, next nya baru akan dikasih tau setelah ditransfer.
Ei tanya apa jaminannya kalo si sandera tidak di apa2kan, dia bilang itu dibicarakan setelah transfer.

Dari pembicaraan dengan si perampok waktu ei bilang mau transfer pake internet banking dan dari reaksi dia waktu prosesnya dia anggap lama, sepertinya dia ngga bisa cek langsung rekeningnya. Ei memang sedikit panik, tapi masih kepikiran untuk pura2 transfer padahal ngga. Proses transfer via internet banking ei gantung dengan tidak meng-input kode pin yg dikirim bank via sms. Karena proses agak lama, si perampok minta nomor telp lain atau dan telp rumah. Terus telp rumah dihubungi dia juga, jadi 2 telepon dalam keadaan tersambung. Tapi waktu si perampok bilang koq uangnya belum masuk, jadi panik takut beneran kalo dia cek rekeningnya. Abang yang dari awal terima telpon ikut bangun bilang : “Udah bantu aja dulu takutnya beneran”. Akhirnya 1,25 jt itu pindah rekening.

PicsArt_1433861174760

Selesai itu, telepon dialihkan lagi ke si sandera, masih dengan nangis2 dia bilang perampoknya bilang uang tebusannya kurang, minta sisanya di transfer. Dengan agak sedikit nada membentak, ei bilang kalo ngga ada uang segitu direkening, harus cari dulu. Terus dia bilang tolong cariin sisanya, nanti diganti, takutnya perampoknya marah dan dia ditembak. Si perampok sebentar-sebentar terdengar bilang : “Sabar bos, jangan diapa-apakan dulu, masih diusahakan”.
Telepon di seberang dipindah ke si perampok lagi sambil bilang boss nya tetep minta sisanya. Ei keukeuh bilang uangnya ga ada. Kalo mau ya harus cari dulu. Perampok bilang ya sudah silahkan dicari tapi telepon jangan dimatikan.

Telepon ei mute, supaya obrolan ei sama Abang ngga didenger mereka. Sambil ei browsing nomor hp si perampok, sesekali telepon di unmute dan didekatkan ke AC, supaya suara anginnya AC terdengar di sisi perampok seperti suara angin kalo sedang terima telpon di motor yang sedang jalan.

PicsArt_1433859942611

Liat hasil googling, nomor itu memang disebutkan di beberapa media sosial digunakan untuk usaha penipuan. Ei langsung lemes.

PicsArt_1433860065922

Telepon yang masih tersambung dengan si perampok ei biarin aja sampai akhirnya setelah 1 jam si perampok memutuskan sambungannya dan bolak balik kembali telepon dan ei biarkan saja.

PicsArt_1433859213691

Kemudian si perampok kirim SMS.

PicsArt_1433859368700

Duuuuh pengen banget bilang kalo 1,25 jt itu udah lebih dari cukup untuk bikin ei ngerasa sangat-sangat bodoh, tolol, bego, you named it (angry) .

Sebenarnya ei pernah juga di telepon dengan modus yang sama. Menjelang subuh, yang telepon perempuan, nangis-nangis, bilang sedang dipukulin, dan ketika ditanya ini siapa, dia sebut namanya ga jelas. Tapi waktu itu ei paksa dia sebut namanya dengan jelas. Akhirnya dia sebut namanya dan ei bilang ngga kenal nama itu, dia langsung tutup telponnya.

Kemarin itu kondisi badan ei memang sedang capek banget. 2 weekend berturut-turut ada acara outing dan team building. Padahal udah kepikiran kalo ini penipuan tapi koq ya transfer juga, padahal sebelumnya sudah pernah jadi target penipuan dan lolos.
Ya memang mungkin sudah garis-Nya, ei sedang ditegur karena disayang. Ternyata se-waspada apapun, jika memang sudah takdir-Nya tetap saja bisa terjadi.
Mudah-mudahan jadi pengalaman buat yang lain ya.

Oh iya, terima kasih juga buat yang sudah memberikan dukungan di media sosial.
Tapi kalo mesti ngelapor ke polsek atau bank jujur aja selain rugi waktu juga kemungkinannya sangat kecil uang kembali.
Kan kejadian yang mirip seperti ini kalo googling udah ada beberapa kejadian, sudah ada yg posting sejak bulan februari lalu hampir kena penipuan dengan nomor hp yg sama.
Pihak operator telepon sangat bisa dapat data di waktu2 yang ei capture di atas itu orang nyambung di bts mana.
Pihak bank pun sangat bisa telusuri nomor rekening tersebut, kalo diambil via atm di atm mana, kalo ditransfer lagi transfer ke mana

Ei sendiri memilih berprasangka baik saja sama Alloh kalo saya lagi ditegur karena disayang, In shaa Alloh, amiiin.
Uangnya sih in shaa Alloh bisa dicari ya, tapi rasa kesal dan merasa bodoh ini sampai sekarang masih belum hilang :-( .
Mudah2an dengan disebarluaskan, bisa bikin yang lain lebih hati-hati.

(Visited 161 times, 1 visits today)

Comments 3

  • Saya barusan mba jam2 pagi… alhamdulillahnya saya keukeuh minta nama yg nangis2.. ga kunjung jelas dan anehnya saya marah2 sama perampok iti sapa itu sapa yg nangis.. keknya perampoknya mara2 dan ngomong ‘saya tembak sodara anda’trus dikasi lg kek cewe yg nangis.. saya loudspeaker biar bapa ibu saya denger.. saya diemin ampe tu org ngomong sendiri… dansaya baru sadar dia telpon k nomor indosat baru saya… yg notabene ini nomor baru dan hanya beberapa org yg tau.. sy langsung matiin tu hape… untuk info ini nomor yg saya terima +6289673995093

  • ya ampuun mba…. apes bgt yooo -__-. itu bnr2 bikin mengkel, gondok, sebel, mau marah, hihhhh, aku yg baca jg kesel ama perampoknya… ga berkah itu duit… moga2 karmanya dtg deh ke mereka…

    tx for sharing mba…

  • Innalillahi, yang sabat ya mbak. Terima kasih sudah share ya jadi kita selalu waspada ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *