Tahu Cibuntu

Dulu jaman masih piyik, salah satu menu sarapan kesukaan ei yaitu nasi panas, kecap dan telur ceplok alias telur mata sapi atau tahu goreng. Setiap hari sarapan dengan menu begitu pun rasanya ngga pernah bosan.
Di kota kelahiran ei, Bandung, beli tahu di warung sayur atau tukang tahu keliling dan hanya langsung di goreng pun si tahu ini udah nikmat banget.
Selama merantau tinggal di Jakarta dan Bogor, ei ngga pernah nemu tahu yang sama enaknya dengan tahu Bandung. Untuk mendapatkan rasa tahu yang lumayan enak mesti cari ke supermarket.

Jenis tahu yang masih jadi primadona di Bandung sejak lama adalah Tahu Cibuntu. Cibuntu sendiri adalah nama daerah di arah barat Bandung, dekat gerbang tol Pasirkoja, antara Jln. Soekarno-Hatta-Jln. Soedirman, menuju arah Jln. Holis/Jln. Elang/Cibeureum.

Kebetulan, salah satu besan mama adalah salah satu pengusaha tahu di Cibuntu. Beberapa waktu yang lalu ei sempat mampir buat melihat langsung proses pembuatan tahu cibuntu.

  1. Kedelai yang bersih lalu cuci kedelai sampai bersih, kemudian direndam selama kurang lebih 6 jam. Setelah selesai di rendam, kemudian cuci kembali dan di masukkan ke tempat penggilingan untuk menghasilkan bubur kedelai
  2. Bubur kedelai di rebus hingga mendidih.PicsArt_1423127259189
  3. Setelah mendidih, bubur tersebut disaring pada tong besar  yang sudah disiapkan dengan penyaringnya adalah kain blacu. Untuk mendapatkan hasil maksimal, boleh disaring berulang kali.
    Dari proses ini akan dihasilkan santan kedelai yang selanjutnya akan menjadi tahu dan ampas tahu sebagai limbahnya.
    Ampas tahu ini belakangan juga banyak diburu orang untuk pakan ternak.
    PicsArt_1423130257382
  4. Campurkan santan kedelai dengan asam cuka,lalu aduk hingga menggumpal. Campuran yang sudah menggumpal ini bisa di simpan sebagian dan digunakan dalam proses pembuatan tahu yang berikutnya sebagai bibit penggumpal. Untuk yang pernah tau cara pembibitan yoghurt, cara pembibitan seperti ini boleh dibilang mirip-mirip prosesnya.PicsArt_1423129999840
  5. Setelah adonan tahu menggumpal secara merata,lalu tuang pada cetakan yang sudah di alasi kain saring.
  6. Kemudian press adonan tahu tersebut hingga kandungan air terperas habis dan tahu bisa dipotong-potong sesuai ukurannya.
  7. Kemudian tahu di masak kembali sambil diberi bumbu. Untuk tahu kuning, diberi tambahan kunyit.

Ei baru tau, ternyata proses pembuatan tahu cibuntu di sini ini betul-betul masih konvensional. Bahan bakar untuk memasak pun masih menggunakan kayu bakar. Waktu ei tanya apa pernah dicoba menggunakan bahan bakar lain sepert gas misalnya, katanya itu akan membuat biaya produksi menjadi tinggi. Sementara di mindset masyarakat tahu itu masih makanan murah, kalo harganya naik sedikit saja bisa jadi ngga laku dijual nantinya :-( .

Dalam pembuatan tahu, proses memasak dilakukan 2 kali, jadi tanpa digoreng pun tahu sebenarnya sudah matang.
Sejak punya besan pengusaha Tahu Cibuntu ini, kami jadi punya kebiasaan baru dalam mengonsumsi tahu.
Tahu dari pabrik langsung dimakan tanpa di goreng terlebih dahulu. Panas-panas masih ngepul ditemani dengan sambal kecap … hmmm … maknyuuusss rasanya ….

PicsArt_1423130451367

(Visited 452 times, 1 visits today)

Comments 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *