Tentang Co-working space di Hajatan #8logor

Tulisan ei kali ini akan banyak menyebutkan kata “bekerja”. Kita sepakati dulu ya, bekerja dalam hal ini adalah mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan imbalan.
Dulu bekerja itu identik dengan rutinitas datang ke suatu tempat resmi sebuah instansi melangsungkan kegiatan operasionalnya. Sementara sekarang sudah banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari mana saja. Peralatan minimal yang diperlukan untuk bekerja dari mana saja ini biasanya adalah notebook/gadget dan koneksi internet. Tidak heran kalau kita sering menemukan orang asik dengan notebook/gadget di kafe-kafe yang menyediakan wifi gratis. Tempat duduk yang dekat dengan sumber arus listrik pun menjadi lokasi favorit. Meskipun belum tentu semua orang yg kita lihat itu sedang bekerja, tapi selama kafe tersebut buka pasti ada yang mampir untuk bekerja.

hajatanblogor
Foto cuma-cuma dari Indriyatno

Pada umumnya yang memiliki keleluasaan bekerja dari mana saja ini adalah para freelancer atau pekerja lepas. Pekerjaan yang didapat bisa dari instansi atau perorangan yang biasanya berupa proyek jangka pendek. Kadang-kadang ei berpikir, apakah cukup kondusif bekerja di tempat umum seperti kafe? Bagaimana kalo pekerjaan yang dilakukan memerlukan konsentrasi yang didukung dengan lingkungan yang lebih memberikan privasi? . Atau bagaimana jika perlu bertemu dengan klien untuk membahas pekerjaan yang sedang dilakukan? Kan tidak mungkin diskusi di tempat terbuka yang mungkin agak berisik ya.

Ternyata pertanyaan ei di atas sudah ada jawabannya yaitu co-working space. Pada awalnya co-working space adalah sebuah ruang bersama yang disediakan untuk melakukan pekerjaan. Fasilitas yang disediakan co-working space adalah fasilitas minimum yang biasa tersedia di kantor-kantor seperti meja kursi untuk bekerja, listrik yang memadai dan koneksi internet. Beberapa juga menyediakan printer dan minuman yang tentu saja ada tarif yang dikenakan untuk setiap fasilitas yang digunakan.

codemargonda
Code Margonda Co-working Space
gambar dari http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/04/150420_magazine_bisnis_kantor

Seiring dengan berjalannya waktu, co-working space telah mendukung munculnya start-up berpotensi. Koq bisa?
Sifat co-working space yang agak terbuka sebagai tempat bekerja para pekerja lepas secara individual ternyata cukup kondusif untuk para freelancer ini saling berinteraksi dan berdiskusi. Banyak ide-ide perseorangan yang dirasa rumit karena hanya dipikirkan sendirian, kemudian dilontarkan didiskusikan lintas kepala dan terjadilah kolaborasi dalam mewujudkan ide tersebut. Inilah cikal bakal start-up.
Nah berangkat dari sini beberapa co-working space juga menyediakan fasilitas untuk mendukung start-up seperti meminjamkan alamat termasuk telepon untuk keperluan surat menyurat, ruang meeting kecil, dll.

Hmmm.. doain ei supaya bisa punya co-working space ya … amin …¬†

Hajatan Sewindu Komunitas Blogger Bogor

Hari Minggu kemarin, Blogor (Komunitas Blogger Bogor) mengadakan Hajatan #8logor dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke 8. Kali ini Blogor mengundang Sosiohub-Bandung yang diwakili oleh Mas Reno Wijoyo dan Code Margonda yang diwakili oleh Mas Didi Diarsa Adiana untuk acara talkshow mengenai co-working space. Diskusi di acara ini berlangsung sangat interaktif karena bahasannya menarik yaitu tentang co-working space dan perkembangannya di Indonesia. Ternyata sudah banyak ide-ide cemerlang yang dilahirkan dari co-working space yang dijalankan oleh mereka lho.

Acara Hajatan #8logor ini diadakan di kedai Kollout yang berlokasi di Jl. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) No.58 Bogor Utara (dekat Taman Corat Coret).
Kollout dibaca kolot, berasal dari bahasa sunda yang artinya tua atau vintage. Bukan hanya sekedar kedai kopi, tetapi juga hadir sebagai kedai makan yang menawarkan sebuah pengalaman makan yang berbeda yaitu harga yang terjangkau dengan ornamen klasik vintage yang modern. Menjadi ruang bertemunya para penggiat ekonomi kreatif, Kollout mengembangkan Community Ideas Corner. Pojok Ide Komunitas, sebuah alternatif ruang dimana harapannya dapat menghidupkan kegairahan sebuah kota yang makin pesat pembangunannya, baik fisik maupun mental. Di samping itu, Kollout juga menawarkan ruang alternatif sebagai Co-Networking Space, di mana para penggiat ekonomi kreatif berkantor virtual, menjadikan Kollout representative office mereka, sehingga kebutuhan untuk berbagi alamat bukan masalah lagi .

Mas Unggul, Ketua Blogor saat ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang ini juga sebagai informasi bahwa Blogor menerima anggota-anggota baru yang berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan blogging sebagai bagian dari kegiatan positif, terutama disaat maraknya kasus etika bersosial media, berinternet sehat yang berujung kepada perlunya pemahaman menulis yang baik dan bernilai informasi yang positif.
Kollout dan Blogor berkolaborasi dengan menerbitkan kartu anggota kepada blogger dan media cetak maupun online lainnya sebagai partisipasi Kollout dalam mendukung jurnalisme yang positif dan bermanfaat. Sehingga rekan jurnalis media baik blog maupun media pers dapat memanfaatkan Kollout untuk kegiatan hang-out dan meeting dengan fasilitas-fasilitas Wifi, diskon media dan sejenisnya.

Selamat Ulang Tahun yang ke 8, Blogor
Semoga tetap menginspirasi

(Visited 221 times, 1 visits today)

Comments 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *