Tentang WordPress

Hari Minggu kemarin Asinan Blogger kembali mengadakan sesi belajar bareng. Kali ini yang diundang untuk berbagi adalah Langit Amaravati atau yang biasa dipanggil Uchan, seorang blogger dari Bandung. Topiknya tentang infografik dalam sebuah tulisan blog.
Seperti biasa, sesi belajar bareng Asinan Blogger selalu seru. Ya seru belajarnya, ya seru diskusinya juga ngga ketinggalan seru makanannya hahaha.
Di sela-sela diskusi sempat ada ungkapan bahwa page view untuk blog yang menggunakan wordpress selalu lebih tinggi angkanya dibandingkan blogspot (blogger).
Karena topik yang dibahas adalah infografik, ungkapan ini tidak dibahas lebih dalam.

AsinanBlogger_Infografik

Ungkapan yang sama muncul lagi di whatsapp group Asinan blogger keesokan harinya. Karena tidak ada yang mengetahui persis tentang perbandingan page view di kedua blog platform yang berbeda ini, pembicaraan malah mengarah jadi ajakan untuk mengetahui lebih dalam cara kerja wordpress . Sebagian besar anggota Asinan blogger memang lebih kenal dengan blogspot (blogger) sebagai blog platform dibandingkan dengan wordpress .
Dari situ ei jadi tertarik untuk menulis tentang blog platform yang ei gunakan juga di blog ei ini, yaitu wordpress ;-) .

WordPress sebagai blog platform terdiri dari 2 jenis layanan, ei menyebutnya dengan wordpress-hosted (wordpress.com) dan self-hosted (wordpress.org). Bedanya apa sih?
Untuk mengerti bedanya, kita coba analogikan dunia internet dengan hal yg mirip di dunia nyata ya. Mungkin tidak akan persis tapi paling tidak mudah-mudahan lebih mudah dipahami.

Kita ibaratkan situs web adalah sebuah tempat.  Agar dapat ditemukan di internet, maka secara sederhana situs web memiliki komponen seperti berikut :

  1. Tempat kosong/bangunan/ruang atau apapun bentuknya tempat di mana kita bisa berkunjung
    Jika berupa bangunan maka yang kita kunjungi ini bisa berupa rumah, kos-kosan, hotel, toko, kantor, sekolah, mall atau mungkin taman.
    Di dunia internet bangunan ini adalah situs web itu sendiri yang bisa berupa situs web pribadi, toko online, situs web perusahaan, marketplace, situs sekolah, dll
  2. Nama tempat
    Sebuah tempat harus memiliki nama sebagai identitas agar dapat dikunjungi. Misalnya Gedung SMP 5 Bandung, Halte Pancoran Barat Jakarta, Kantin Sudi Mampir, dll.
    Di dunia internet alamat ini adalah URL link. URL link bisa berupa domain sendiri misalnya : http://eithea.net atau merupakan perpanjangan dari domain orang lain, contohnya http://eithea.wordpress .com atau http://keluarga-agusbonanza.blogspot.co.id/
  3. Lahan/tanah/kavling dimana bangunan tersebut berdiri
    Di dunia nyata jika kita mencari sebuah tempat, biasanya kita hanya berbekal alamat. Kita tidak peduli mengenai status lahan/tanah tempat tinggal orang tersebut apakah milik sendiri, kontrak, sewa, atau numpang secara gratis dengan seijin pemiliknya. Pemilik lahan/tanah/kavling ini bisa saja menyewakan lahannya untuk usaha orang lain,  menggunakan lahannya untuk usaha milik sendiri atau kombinasi keduanya.
    Di dunia internet lahan/tanah/kavling ini adalah penyedia layanan hosting. Layanan yang disediakan bervariasi berdasarkan dari fasilitas yang disediakan yang tentunya akan berbanding lurus dengan harga yang harus dibayar.

Kita kembali ke wordpress.com ya.
WordPress.com memiliki layanan mulai dari tuan tanah (point 3), pendaftaran nama tempat (point 2) sekaligus penyedia kamar kos gratisan (point 1).
Kamar kos gratisan yang disediakan bisa ditempati oleh siapa saja yang berminat. Yang menempati kamar kosan boleh memberikan nama kamar kos dengan catatan menggunakan perpanjangan domain wordpress.com, contohnya http://eithea.wordpress.com.
WordPress .com juga memberikan peralatan yang cukup (Content Management System ~ CMS) untuk menata kamar kos gratisan yang ditempati seperti merubah tema kamar, warna, dll.

wordpress_illustration
selected by freepik

Karena gratis, maka fasilitas yang disediakan seperti luas kamar, besar daya listrik setiap kamar, peralatan yang ada di dalam kamar, dll terbatas dan seragam untuk semua kamar kos. Tema kamar untuk digunakan pun disediakan terbatas. Dan juga bisa saja pihak wordpress.com menempelkan stiker-stiker iklan di sekitar kamar kos tanpa meminta ijin terlebih dahulu dan tanpa memberikan bayaran kepada yang menempati kamar kos tersebut.

Jika yang menempati hosting gratisan sudah merasa perlu fasilitas lebih, misalnya ingin punya url tanpa wordpress.com dibelakangnya, perlu kapasitas lebih besar agar bisa menyimpan gambar/data lebih banyak, ingin leluasa menata situs web dengan tema yang dibeli dari pihak lain, mendapatkan bayaran dari iklan, dll, maka bisa naik kelas untuk pindah ke layanan berbayar.
Dalam hal ini layanan yang disediakan oleh wordpress.com adalah penyedia lahan/tanah/kavling (point 3) yang dalam dunia internet adalah penyedia layanan hosting yang dapat disewa sesuai perjanjian . Pengguna layanan hosting berbayar wordpress.com otomatis mendapatkan juga fasilitas CMS seperti yang didapatkan juga di layanan hosting gratisan.

wp_service

Layanan hosting berbayar seperti ini bisa juga didapatkan dari penyedia lokal Indonesia. Untuk layanan yang sama, penyedia lokal cenderung memberikan tarif relatif lebih murah dibandingkan dengan tarif di wordpress.com.
Untuk orang kebanyakan, harga lebih murah sering jadi dasar keputusan ketika membeli. Tapi bagaimana jika sudah terlanjur terbiasa dengan CMS yang disediakan wordpress.com dan tentunya dibutuhkan usaha lebih jika harus mempelajari CMS yang lain?

Ternyata script yang membangun CMS dan digunakan wordpress.com ini sedari awal dikembangkan secara terbuka. Artinya CMS ini bebas dimodifikasi oleh siapapun sesuai kebutuhannya. Pengembangan terbuka ini bernaung di bawah sebuah komunitas yaitu wordpress.org. CMS ini bisa diunduh dan dipasang untuk mengatur situs web yang kita punya di manapun kita menyewa layanan hosting-nya. Open source CMS ini lebih dikenal dengan wordpress self-hosted.
Tidak heran jika wordpress self-hosted memiliki banyak pilihan fungsi yang bisa ditambahkan untuk memperkaya situs web sesuai dengan kebutuhan.

Nah, sampai disini, ei bisa komentar sedikit tentang blogspot (blogger). Mirip dengan wordpress , blogspot memiliki 3 layanan sekaligus. Bedanya adalah blogspot tidak punya CMS versi self-hosted yang dapat kita instal secara mandiri jika kita berlangganan di penyedia layanan hosting lain.

Gimana? Mudah-mudahan tidak membingungkan ya … ;-)
Silahkan lho kalo ada yang mau menambahkan :-)

(Visited 154 times, 1 visits today)

Comments 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *