Tongseng Kambing – Mesjid Sunda Kelapa

Oke, kita istirahat dulu mbahas tentang rumah ya. Kalo terus2an nanti jadi bosen. Kita melipir dulu ngebahas jajanan ;) .
Kali ini mari kita mbahas tongseng kambing *srlrlrlp ngelap iler*.

Kata Om Wiki, tongseng adalah makanan sejenis gulai namun dengan bumbu yang lebih “tajam”. Perbedaan yang lebih jelas adalah pada penggunaan dagingnya. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Tongseng terbuat dari daging kambing dan ditumis dengan berbagai sayuran seperti Kol, bawang, tomat, dan ditambah bumbu dan kecap. Tongseng pada umumnya tidak memakai kuah. Karena dalam penyajiannya tongseng dimasak dengan dioseng -oseng dengan bumbu utama garam, bawang putih, kecap dan lada. Biasanya Tongseng dijual bersamaan dengan sate kambing. Tongseng dianggap sebagai makanan khas daerah Solo dan sekitarnya.

Nah, yang menurut ei paling cocok di lidah adalah tongseng kambing Pak Agus yg gerobaknya mangkal di jalanan depan Mesjid Sunda Kelapa. Di sini, proses memasak tongseng dilakukan dengan arang hitam. Sepertinya ini salah satu upaya penjual untuk mendapatkan citra rasa tongseng asli. Tungku dan wajan yang digunakan untuk memasak ada 2 set. Satu set untuk memasak daging, dan satu set untuk masak sayur kol. Daging dan sayur kol baru di satukan di mangkok pada saat akan disajikan. Tapi jangan khawatir, meskipun di masak terpisah, tidak mempengaruhi rasanya, tetep aja yummyyy.

Karena lokasinya agak jauh dari kantor, biasanya ei sama temen2 kantor (ladies only) jajan tongseng kambing ini pada hari jumat. Maklum, kalo hari Jumat jam istirahatnya agak molor ga merasa bersalah hehehe. Kita sampai ke tkp saat para lelaki masih menunaikan shalat Jumat. Ketika Jumatan selesai, kita pun selesai makan-nya, jadi ga perlu bersaing dengan para lelaki yang baru selesai Jumatan untuk antri nunggu meja dan tempat duduk :-) .

Seperti yang dibilang Om Wiki yang di sadur di atas, selain tongseng kambing, penjualnya menyediakan sate kambing dan juga nasi goreng kambing sebagai menu tambahan. Tapi khusus untuk hari Jumat, nasi goreng kambing dicoret dari persediaan karena katanya pengunjungnya sangat ramai sehingga tenaga yang ada tidak mencukupi untuk menyediakan nasi goreng kambing tersebut.
Yang mau coba, tongseng Pak Agus ini buka sampai bada Isya kalo hari kerja, sedangkan hari Sabtu dan Minggu hanya sampai jam 5 sore.

Oh iya, kalo lagi jajan disini, ei minumnya pasti es kelapa muda ;-) .

(Visited 639 times, 1 visits today)

Comments 1