Ya ampun, koq sampe kelewat ?

Hari Senin tgl 4 Agustus kemarin, adik Kyla imunisasi dpt-hib pertama plus polio. Kali ini dokternya beda dengan waktu lahir dan kontrol seminggu. Setelah timbang dan ukur tinggi, lagi nunggu dipanggil, eh, bunda baru baca ada pengumuman kalo vaksin infanrix-hib nya lagi kosong. Tanya2 sama perawatnya, emang lagi kosong. Duh, berhubung adik Kyla ini behaviornya beda sama kakak Keisha waktu seumuran dulu, agak lebih rewel, jadi perlu pake vaksin dpt-nya yang tidak menimbulkan demam. Setelah diskusi sama ayah, kita sepakat batal aja imunisasi di situ, balik ke rumah sakit tempat lahiran Kyla. Coba telp dulu, alhamdulillah vaksinnya ada. Trus ke perawat bilang kalo kita ga jadi ke dokter-nya, soalnya vaksinnya ga ada. Perawat masuk ke ruang dokter untuk ambil buku. Waktu keluar, bukunya ga dibawa, perawatnya bilang gini : “Bu, Pak, kata dokternya ada koq vaksin yang sama dengan merk lain. Atau kalau  ngga mau dengan merk lain, bisa juga imunisasi dengan vaksin terpisah”.
Bunda sama ayah diskusi lagi. Daripada jauh lagi ke rumah sakit lain, kelamaan di luar rumah kasian juga sama adik Kyla, kita sepakat nunggu masuk ke ruang dokter dulu.

Sebelum di suntik, dokternya nge-cek kelengkapan imunisasi sebelumnya. Waktu ditanya imunisasi hepatitis B, bunda sama ayah mantep banget bilang udah waktu 12 jam pertama lahir. Dokternya tanya lagi, “Waktu umur sebulan udah donk ya hepatitis B ke 2?”. Duh, perasaan bunda belum, tapi si ayah bilang udah. Ah, daripada debat di situ, bunda diem aja sambil terus inget2 udah apa belum ya. Lupa lagi bawa buku sehat adik Kyla dari rumah sakit waktu lahiran :( .
Trus dokternya kasih tau, kalo merk vaksin combo yg ini namanya Pediacel, dpt-nya juga yang ngga menimbulkan demam. Tapi dokternya ngingetin, semua vaksin dpt yang tidak menimbulkan demam itu bukan sama sekali ga demam, biasanya sumeng2 dikit tetep ada.
Trus adik Kyla di baringin, diperiksa dulu, trus di enjus… nangis deh, tapi ga lama nangisnya brenti koq :) .
Selesai suntik, bajunya di rapihin, langsung dikasih ke bunda sama perawatnya. Lho polionya koq belum dikasih. Ga taunya kata dokter, polionya udah jadi satu juga di vaksin tadi.

Sampe di rumah, bunda cek lagi… Astaghfirullah, iya hepatitis B 2 belum. Di inget2 lagi, terakhir bawa adik Kyla ke dokter ya waktu kontrol seminggu setelah pulang dari rumah sakit. Padahal hepatitis B kedua itu jadwalnya sebulan setelah hepatitis B pertama. Ya ampuuun, bunda koq jadi teledor gini ya sampe kelewat :( .

Dulu kakak Keisha waktu umur 6 bulan, imunisasi dpt-hib ke 3, polio ke 4 simultan sekalian dengan hepatitis B ke 3. Cerita lengkapnya ada di sini. Tapi kan kalo simultan dalam waktu yang sama suntik paha kiri-kanan. Nah ini, udah selang 2 hari apa boleh ya? Browsing2, cuma bisa dapet info kalo imunisasi hepatitis B terlambat ga perlu diulang, tapi perlu dilengkapi segera (catch up). Ah, pasrah aja deh, langsung dateng ke dokternya.

Jadinya hari Rabu tgl 6 Agustus,kita bawa adik Kyla ke dokter lagi deh. Sampe ruang praktek bilang jujur kalo ternyata hepatitis B kedua nya kelewat.
Dokter : senyum2 , ”Pantesan kemaren ragu2 ya udah apa belum. Ya sudah, sekarang langsung hepatitis B ke 2 ya”.
Bunda  : “Ga apa-apa dok, baru dpt-hib –polio 2 hari yang lalu? “.
Dokter : “Ga apa-apa”
Selesai dokter enjus adik kyla,  bunda tanya2 lagi jadinya hepatitis yang ke tiganya kapan.
Dokter : “Bisa 6 bulan dari suntik pertama atau 5 bulan dari suntik kedua”.
Bunda  : “ Kalo 6 bulan dari suntik pertama berarti bisa barengan dengan dpt-hib ke 3 donk ya? Simultan gitu?”.
Dokter : “Wah, ga bisa Bu, ga boleh barengan”.
Halah, yg ini selisih 2 hari ga masalah, kalo simultan alias sekaligus dalam satu waktu apa bedanya. Dulu juga kakak Keisha DPT-HIB ke 3 simultan sama Hepatitis B ke 3, 2 kali suntik paha kiri-kanan ga masalah. Tapi males ah rame di situ, toh waktunya masih 4 bulan kedepan. Kalo dokternya ga mau simultan ya cari dokter lain yang mau, atau balik ke dokter yg dulu kasih simultan ke kakak Keisha :P .

Adik Kyla, maafin bunda & ayah ya sayang, insya Allah imunisasi jadwal berikutnya ga akan kelewat lagi.

Buat yang perlu jadwal imunisasi dari IDAI periode 2006, bisa liat di sini ya.

Tentang imunisasi simultan, ini bunda sadur lagi sedikit dari Web Sehat :

Fakta #3: Pemberian imunisasi secara simultan/kombinasi aman bagi anak dan memberikan perlindungan lebih cepat.

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa vaksin-vaksin mempunyai efektifitas yang sama, baik jika diberikan sendiri-sendiri maupun secara simultan/kombinasi. Selain itu, imunisasi simultan/kombinasi tidak mempunyai efek merugikan bagi sistem kekebalan tubuh bayi serta tidak meningkatkan kadar efek samping yang biasa muncul pasca imunisasi (demam, nyeri, ruam ringan). Oleh karena itu, di banyak negara termasuk misalnya di Amerika Serikat,  Committee on Immunization Practices (ACIP) dan the American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian vaksin secara simultan/kombinasi untuk semua jenis vaksin pada anak.

Ada dua keuntungan dari pemberian imunisasi simultan dalam satu kunjungan. Pertama, kita memberikan kekebalan tubuh pada anak sedini mungkin dalam rangka memberikan perlindungan selama beberapa bulan pertama yang merupakan masa-masa rentan bagi bayi. Kedua, pemberian sejumlah vaksin pada saat yang sama berarti mengurangi jumlah suntikan yang diterima oleh bayi dan juga mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, sehingga menghemat waktu dan uang. Selain itu, kunjungan ke klinik/RS meningkatkan risiko paparan penyakit infeksi pada anak kita.

Fakta #4: Hanya dengan pemberian imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, anak akan terlindung dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.

Penting sekali bagi anak untuk mendapatkan jumlah dan jenis imunisasi secara lengkap dan penuh – kalau tidak, maka vaksin tidak akan bekerja sebagaimana mestinya.

Untuk melindungi anak terutama selama tahun pertama hidupnya, berikan imunisasi sesuai jadwalnya. Imunisasi sangat efektif jika diberikan pada umur yang disebutkan pada jadwal, atau pada usia yang paling dekat dengan ketentuan.

Jika karena suatu sebab, anak tidak mendapatkan rangkaian imunisasi secara lengkap, maka penting sekali untuk melengkapinya sesegera mungkin atau pada saat Pekan Imunisasi Nasional.

Di beberapa Negara, tambahan vakinasi, atau disebut ‘booster shots’/vaksinasi ulangan, ditawarkan setelah anak berusia lebih dari 1 tahun. Vaksin ulangan/ekstra/tambahan ini membuat perlindungan vaksin menjadi lebih efektif.

*gambar seperti biasa nyomot, kali ini dari sini*

(Visited 562 times, 1 visits today)

Comments 3

  • gw juga kelewat…tp bukan jadwal imunisasi fay…karena dah lengkap juga

    gw kelewat belum GCU dan xray tahunan!

    abis deh kmrn dimarahin sama dokter tulang gw

  • alow eiii.. gile ya bow, ternyata udah ada adek kyla.. ck ck ck… ntar abis gini ngilang lagi bikin yang ke-3 yah? hihihihi… :D slamat yah buat kelahiran kyla… mudah-mudahan si geulis bisa jadi anak shalihah ya ei :)

    baedeweh, sowal lupa sih sama lah… kalow aku bukan imunisasi… sowalnya kalow imunisasi, suka dikirimin surat peringatan dari pemerintah jadi gag lupa..

    tapi yang lupa tuh kontrol check-up… untung gag dimarahin sih… mereka juga maklum, anak kedua dst suka gitu deh… hehehe.. :D

    happy belated birthday buat si abang ya ei… :)

  • eii.. persis dehh sama saya. hiks..
    ngaku deh, bukan bermaksud membeda-bedakan anak pertama dan anak kedua, tapi buat dedek fira-ku sayang itu.. saya juga pernah (sering malah! 3 kali kalo ga salah) kelewat jadwal imunisasinya.
    hiks hiks.. udah lieur meureun ya, kebanyakan jadwal, plus jadwal sekolahnya si kaka. hihihi.. :P