Bangkok Trip – day 2

Sudah jadi kebiasaan, mbak wury dalam setiap trip-nya pesertanya di infokan untuk membawa lauk pauk yang awet lama plus wadah untuk bawa bekal. Sebab utamanya adalah karena pesertanya mayoritas muslim sehingga takut susah menemukan makanan halal selama jalan-jalan.
Disamping itu yang ei rasain kemarin sih dengan membawa bekal makan siang dan snack, selain irit juga menghemat waktu untuk mikir : “hmmm makan apa yaaa?” ;-)

Kemarin, bahan makanan yg sampai ke bangkok di koper ei adalah : ayam ungkep siap goreng, ayam rebus-goreng untuk ayam kecap, abon sapi, indomie, bumbu racik tumis, sedikit bawang putih kupas, sedikit bawang merah kupas, 2 bawang bombay, kecap sachet dan beberapa cemilan seperti kacang kulit, kacang atom, tortilla chips, dll.
Next time mesti bawa sambal terasi jadi botolan, yg sekarang banyak dipajang supermarket kayaknya :-D

Mbak Mira bawa rendang & kering teri kacang. Mbak wury bawa indomie, bon cabe kering bubuk sama saos cabe abc sachet.

Waktu hari pertama sampai apartemen, ei langsung cek peralatan masak. Ternyata ada satu panci ukuran sedang, satu wajan lengkap dengan sutilnya, satu pisau cukup tajam, satu sendok sayur. Cukuplah buat sekedar goreng dan tumis. Nasi bisa bikin dengan cara liwet (selama di sana Mbak Mira yg kebagian masak nasi, thanks a lot Mbak ;-) )

Di lantai dasar apartemen ada mini market Tops Daily. Di hari pertama itu Mbak Wury dan Yuvi survey ke bawah untuk beli beras dan minyak goreng. Eh ternyata mini market ini juga jualan sayuran mentah, bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabe juga ada. Perfect untuk keadaan darurat hahaha.

Hari kedua ini pagi-pagi ei masak tumis pokchoy-wortel-jagung dan ayam goreng untuk bekal makan siang.
Sarapan udah beli roti, margarin dan selai blueberry. Tapi ternyata pada ngerasa ngga nendang, jadinya Mbak Wury bikin lagi indomie goreng. Selesai mandi, sarapan dan siapin perbekalan, kita berangkat sekitar jam 9-an.

Agenda hari ini adalah Grand Palace dan Wat-wat-an (temple/candi).
Kali ini kita banyak menggunakan transportasi air, yaitu kapal-kapal feri kecil yang melintas di sungai Chao Phraya.
Hampir seluruh bagian kota bangkok bisa dituju dengan transportasi air di sungai Chao Phraya ini.

image

Tentang sungai Chao Phraya bisa di baca di sini ya.

Wat Pho

Temple/candi terdekat dari turun feri adalah Wat Pho. Wat Pho dikenal juga sebagai The Temple of Reclining Budha. Hal ini karena di dalamnya ada satu bangunan yang isinya patung budha dengan tinggi 15 meter dan panjang 43 meter dengan posisi tidur miring hadap kanan dengan tangan kanan menyangga kepala.

Masuk ke bangunan berisi The Reclining Budha tidak diperkenankan menggunakan alas kaki dan harus berpakaian sopan. Yang tidak menggunakan celana/rok panjang disediakan peminjaman kain. Untuk sepatu dan sandal juga dipinjamkan kantong-kantong di pintu masuk

image

Di sisi belakang patung Reclining Budha ada 108 mangkuk perunggu yg dipasang berbaris sampai ke pintu keluar. Mangkuk ini untuk menampung sumbangan pengunjung dengan koin yang bisa didapatkan dengan menukar uang. Katanya dengan memberikan sumbangan akan mengundang keberuntungan bagi si penyumbang.

Di dalam area Wat Pho ini banyak terdapat juga makam-makam raja-raja Thailand.
Karena 3 orang dari team kita pergi kemaren adalah tukang hunting foto, jadilah kita menemukan beberapa spot lucu untuk foto :-) .

image

Dari Wat Pho kita jalan kaki ke Grand Palace melewati orang berjualan di sepanjang trotoar. Sebagian adalah penjual barang bekas (loak) sebagian lain mulai dari makanan, minuman juga barang-barang yang lainnya.

image

Grand Palace

Grand Palace adalah istana raja yang berfungsi sebagai tempat kediaman raja-raja Thailand sejak abad ke 18.
Pada perkembangannya, area istana raja ini diperluas, ditambah bangunan-bangunan yang dipergunakan sebagai kantor pusat pemerintahan.
Lebih lengkap tentang sejarah dan lain-lain, bisa dibaca di sini .

wpid-PicsArt_1380375665687.jpg

Tiket masuk ke Grand Palace dibandrol seharga 500 baht. Harga segitu itu kalo istilah kita dapat tiket terusan. Jadi di lembaran tiketnya itu disebutkan untuk masuk ke beberapa tempat :

  1. The Royal Grand Palace
  2. The Pavilion of Regalia, Royal Decorations and Coins
  3. The Temple of Emerald Budha
  4. Queen Sirikit Textile Museum
  5. Vimanmek Mansion Museum
  6. Support Museum Abhisek Dusit Throne Hall
  7. Sanam Chandra Palace
  8. Art of the Kingdom Exhibition at  Ananta Samakhom Throne Hall

No 1-4 berada di satu area (sebut saja area pertama), The Royal Grand Palace. Sedangkan sisanya ada di area lain.
Tiketnya sendiri ada 2 potongan. Tiket area pertama hanya berlaku di hari pembelian tiket. Tiket untuk masuk area kedua berlaku selama 7 hari sejak tanggal pembelian tiket.

image

Keluar dari Queen Sirikit Textile Museum sudah sekitar jam 2 dan kami belum makan siang. Sementara yang dituju di area kedua ada yang bukanya hanya sampai jam 3. Plus tidak berapa lama kemudian turun hujan.
Jadinya diputuskan area kedua akan dikunjungi besok saja. Kegiatan hari ini akan dilanjutkan dengan makan siang, terus ke Wat Arun.

Wat Arun

Kami jalan kembali ke arah dermaga dimana tadi pagi datang. Wat Arun sudah bisa terlihat dari situ karena posisinya persis di seberang sungai. Kembali kami menyebrangi sungai dengan feri.

image

Kelelahan jalan kaki ditambah sedikit kehujanan, juga kondisi perut kenyang setelah makan siang membuat sebagian dari kami agak-agak malas masuk Wat Arun, apalagi naik ke candi-nya. Akhirnya setelah maju mundur ragu-ragu, hanya bertiga yang masuk dan naik ke candi yaitu Mas Taufik, Mbak Mira dan Yuvi. Yang lain nunggu aja sambil istirahat.

image Foto Ini adalah satu bukti bahwa yang tidak masuk Wat Arun sudah benar2 kecapekan hahaha (LOL) …

Santi Chai Prakan Park dan Khao San Road

Dari Wat Arun kita menuju ke Khao San Road. Tapi kawasan malamnya baru buka sekitar jam 7, jadinya kita mampir dulu ke Santi Chai Prakan Park. Sebuah taman dimana kita bisa melihat jembatan yg memotong sungai Chao Phraya. Di sini kita jajan es seperti es podeng gitu deh, murah sambil nunggu gelap untuk ambil foto berlatar belakang jembatan dengan lampu yang menyala.

image

Khao San Road adalah kawasan malam terkenal bagi para turis backpacker. Seperti halnya kawasan malam, di sini banyak terdapat cafe, penjual makanan, minuman, souvenir, jasa pijat, jasa tato dan juga penginapan murah.
Kita ga lama-lama di kawasan ini, mau makan takut ga halal. Akhirnya cuman sempat cicip banana pancake-nya.
Banana pancake ini makanan yang dibuat dari kulit seperti kulit martabak telur, di isi irisan pisang kemudian setelah matang atasnya diberi topping sesuai pesanan. Kemarin kita pesan dengan topping nutella dan peanut butter.
Rasanya ? Enaaaak …

image

Setelah semua banana pancake pesanan selesai, kami pulang ke apartemen. Kali ini menggunakan bis. Kurang lebih jam 9.30-an sudah sampai apartemen *fyuuuhhh….balur kaki dengan counterpain*.
Alhamdulillah …

(Visited 178 times, 1 visits today)

Comments 4