Bergaul dengan (menggunakan) internet

Wah, dah lama juga ya ini blog ga ditengokin hehehe. Banyak ide, tapi ya seperti biasa kalo lagi jarang update, gara2nya selalu semangat nulisnya lagi ngumpet ;) .

Salah satu ide yg colek2 ei jadi pengen nulis, adalah mengenai kasus2 yang muncul akhir2 ini dan Facebook menjadi tertuduh penyebabnya. Contohnya seperti headline2 dari Detik yang ei ambil gambarnya di bawah (untuk menuju isi beritanya silahkan klik di masing2 gambar headline tsb).

fesbuk1

fesbuk2

fesbuk3

Jadi pengen flashback :) .
Pertama kali ei bergaul dengan internet waktu ei mulai kerja, sekitar taun 1998. Awalnya ei pake internet untuk punya alamat email. Waktu itu ei bikin gratisan dengan domain usa.net (masih ada yg inget? ;) ). Dari email mulai kenal chatting dengan aplikasi mIRC bersamaan juga kenalan dengan mailing list (milis) yg gratisan juga dengan domain egroups.com. Pengalaman ei ber-milis udah pernah di share di sini.

mIRC adalah media chatting yang modelnya kita harus gabung dulu dengan chatroom untuk cari teman chat. Sementara chatroom isinya bisa ruameeeee banget dengan orang yang ga kita kenal, dan mulailah si monitor dipenuhin dengan pop up window yang isinya rata2 : ‘hi, a/s/l pls’  (hi, age/sex/location please) minta kenalan :P ….

Ga lama ei kenalan juga dengan media chatting yang metodanya point to point (komunikasinya seolah2 langsung antara 2 pengguna yang saling add) : ICQ.
Ei ngerasa media chatting ini lebih cocok buat ei, soalnya kita bisa batasin hanya add orang2 yang kita kenal aja ke friendlist. Untuk mengetahui temen kita online apa ngga, udah ada indikator statusnya seperti Available, N/A, Away, dll. Jadi ga perlu lagi masuk ke chatroom untuk sekedar manggil teman chat terlebih dahulu, baru kemudian pindah ke private mode. Meskipun begitu, kita tetep bisa buat chatroom juga di sini yang berisikan orang2 yang kita kenal dan kita ijinkan saja.

Setelah ICQ, muncul lagi AOL, MSN, YM dan banyak lagi media chat lain dengan metoda point to point.

Cukup ah flashback nya, ntar kalo kepanjangan pada tidur semua pula …. :P

Dari pengalaman2 ber-internet ria itu, menurut ei, pergaulan internet dan dunia nyata hanya dibedakan dengan alat yang digunakan untuk bergaul itu sendiri. Bergaul di internet alat yang digunakan adalah gadget, koneksi internet dan aplikasi sebagai wadah bergaul. Sementara alat yang digunakan untuk bergaul di dunia nyata bisa jadi alat transportasi untuk menuju tempat terjadinya ‘pergaulan’ yang bisa sebuah tempat ataupun sebuah komunitas.

Jadi, sebenarnya secara prinsip ga ada yang beda tata cara bergaul di internet alias dunia maya dengan di dunia nyata. Malahan bergaul atau bersosialisasi via internet cenderung perlu lebih berhati2 karena apa yang kita tulis berbekas, ada jejaknya, dan bisa dibuktikan.
Dengan undang-undang yang berlaku di dunia nyata aja kesalahan dalam bergaul di internet bisa dijerat pasal2 seperti pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dll. Apalagi sekarang udah didukung dengan UU ITE  (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang mengatur kehidupan dunia informasi secara lebih detail lagi.

So, bagaimana dengan  Facebook? Sebetulnya situs jejaring sosial sudah bermunculan sebelum Facebook. Sebut aja Friendster dan Multiply yang lumayan beken sebagai contoh. Hanya aja kebetulan Facebook mampu memfasilitasi  antar anggotanya untuk berinteraksi lebih banyak dibanding situs2 jejaring sebelumnya. Hadirnya aplikasi2 interaktif, games, quiz dll membuat anggotanya bisa bertahan lebih lama dari rasa bosan dibanding bersosialisasi melalui situs2 jejaring lainnya.

Ditambah lagi fasilitas2 untuk mengakses Facebook diakomodir oleh perusahaan2 operator telekomunikasi sehingga cukup dengan hp yang ada fasilitas gprs, maka seseorang sudah dengan mudah bisa eksis di Facebook. Bahkan dengan harga hp yang cukup terjangkau, ikon Facebook sudah tersedia sebagai layanan standar .

Sayangnya kemudahan2 ini tidak dibarengi dengan kedewasaan dari pengguna dalam bergaul dengan (menggunakan) internet. Akibatnya terjadilah hal2 yang potongan beritanya udah ei pajang di atas.
Bicara tentang kedewasaan dalam nge-net, jangan2 malahan banyak yang ga sadar kalo dengan akses Facebook via hp itu mereka sudah terkoneksi dengan internet :D .

Jadi, buat ei pribadi, internet hanya merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan sebaik2nya. Internet bisa bermanfaat secara positif  seperti digunakan untuk menjaga silaturahmi, mencari pengetahuan dan informasi, dll. Sekaligus bisa juga bermanfaat secara negatif seperti untuk melakukan penipuan, penculikan, penyebaran fitnah, melancarkan perselingkuhan, dll.

Hal2 yang sebaiknya dilakukan dan tidak di lakukan dalam pergaulan di dunia nyata adalah berlaku sama dalam bergaul dengan (menggunakan) internet. Toh kedua sisi positif dan negatif dari bergaul di dunia maya yang ei sebutin di atas tadi, dengan mudah dapat ditemukan di dunia nyata bukan? ;)

(Visited 137 times, 1 visits today)

Comments 2

  • jadi inget perkenalan kita melalui dunia maya, padahal segedung beda lantai, trus seperusahaan beda gedung… br ketemu 9 tahun kemudian huakakaka eduuuuuuuuuuuunnn @_@

  • sempet kenalan sama MiRc sebentar, tapi lebih suka ICQ dulu mbak. akhirnya ketemu someone yang tak diduga hahaha

    someone yang tak diduga itu gw curiga papanya pascal ya kekekeke ;)