Seminggu belakangan ini di timeline facebook saya sedang musim yang share berita tayang ulang. Apaan tuh berita tayang ulang?
Berita tayang ulang adalah berita yang terbit di media online tapi isi beritanya sebenarnya merupakan pengulangan dari berita beberapa waktu yang lalu. Yang bikin menarik adalah berita yang di tayangkan ulang ini membahas kebijakan-kebijakan pemerintah terdahulu. Dari apa yang dituliskan di judulnya seperti bertujuan mengarahkan pembacanya untuk menganggap berita tersebut berita terkini yang isinya adalah kebijakan-kebijakan pemerintah baru. Untuk mereka yang terbiasa hanya membaca judul beritanya saja dan tidak membaca detil isinya, langsung membagikan (share) berita tersebut dengan tambahan komentar mengenai sikap/penilaiannya terhadap kebijakan pemerintah baru yang diketahui dan dimengerti dari berita yang dibaca itu.

Awalnya saya tidak tertarik untuk mencari tau lebih jauh, karena tautan yang dibagikan itu berasal dari media online yang kredibilitasnya masih dipertanyakan. Sampai akhirnya saya membaca satu tautan dari Republika Online (ROL) yang dibagikan oleh seorang teman di facebook dengan tambahan komentar kurang lebih menyatakan bahwa dirinya membagikan tautan itu karena berasal dari media yang bisa dipertanggungjawabkan.

rol_01

Judul berita di ROL, 27 Nov 2014

Sewaktu saya baca isi beritanya, ada yg saya rasakan janggal. Ada 2 referensi berita yang disebutkan tanggalnya, tapi tidak disebutkan sumber beritanya dari mana, bahkan di akhir berita. Penggalan kalimat yang saya maksud adalah : “Sebagaimana diberitakan pada tangga 29 maret 2014”  dan “Namun pada berita 25 november 2014, Pemerintahan Jokowi menyatakan akan meningkatkan impor sapi dari Australia.”

Berhubung ini ROL, media online yang saya anggap tidak abal-abal, saya penasaran ingin mendapatkan konfirmasi mengenai berita tersebut. Tujuannya, jika memang yang diberitakan itu benar, saya akan mempertanyakan ketidak-konsisten-an tersebut ke pemerintahan sekarang. Bukan lebay-lebay-an, tapi untuk memenuhi janji saya untuk ikut serta mengawasi pemerintahan yang dipimpin oleh presiden terpilih. Toh jalur untuk menyampaikan kritikan sudah banyak yang dibuka.
Tapi sampai saya menayangkan tulisan ini, tidak ada tanggapan dari ROL.

wpid-studio_20141203_172753.png

Jadinya saya coba cari referensi lain, ambil dari media online lain yg saya anggap abal-abal, yang menuliskan hal serupa :
http://www.suaranews.com/2014/11/ketahuan-siapa-ternyata-mafia-sapi-itu.html?m=1
Di situ, di bawah postingan tertulis : Sumber: radioaustralia

PicsArt_1417605112113

Kemudian, dicarilah sumber beritanya, ditemukan di tautan ini :
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2014-09-23/indonesia-buka-kran-impor-264-ribu-sapi-australia/1371339
B
erita di tautan ini, tayang pada tanggal 23 September 2014, yang mana saat itu Jokowi belum dilantik menjadi Presiden.

Ditambah dengan referensi tautan di bawah ini, semakin membuktikan bahwa berita ROL dan Suaranews menayangkan ulang berita lama dengan modifikasi sehingga seolah-olah berita tersebut adalah berita terkini dan menyebutkan Jokowi sebagai subyek.
http://m.liputan6.com/bisnis/read/802743/pemerintah-buka-keran-impor-1-juta-ekor-sapi-bebas-bea-masuk

Sampai sini bisa disimpulkan bahwa berita yang ditayangkan oleh ROL dan  Suaranews adalah tidak benar . Coba bayangkan, berita tidak benar tersebut sudah dibagikan atau di sebarluaskan belasan ribu kali :

PicsArt_1417604990374

Saya prihatin karena di lingkaran pertemanan medsos saya, masih banyak yang rela menyebarkan berita tanpa mencari tau dulu kebenarannya. Jika beranggapan bahwa dosa menyebarkan berita tidak benar ditanggung oleh yang menuliskan berita, coba baca baik-baik kutipan hadits di bawah ini :

Dari Hafsh bin Ashim bersabda : “Rasulullah bersabda :
Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta, kalau dia menceritakan semua yang dia dengar.”
(HR. Muslim : 5, Abu Dawud : 4992. Lihat ash Shohihah : 205)

Atau coba dengarkan tentang dosa jariyah yang disampaikan seorang ustadz di video ini :


Video dishare dari novi

Mudah-mudahan tidak ada pembaca tulisan ini yang beranggapan bahwa alasan saya menuliskan ini karena saya adalah salah satu pendukung Jokowi pada pilpres yang lalu. Kalau memang ada, coba singkirkan Jokowi-nya, sisakan saya dan kamu. Jangan sampai kamu tergolong pendusta seperti yang dibilang hadits di atas. Atau jangan sampai kamu terjebak dosa jariyah. Naudzubillah …
Jika sudah terlanjur, Allah  kita adalah Maha Pengampun. Semoga Alloh SWT mengampuni kamu.
Iya, saya peduli dengan kamu, iya kamu! …

Note :

Salah satu tautan lain yang terindikasi berita tayang ulang :

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/07/11/m6yi11-upspemerintah-impor-singkong-dari-vietnam-dan-cina

>

(Visited 200 times, 1 visits today)
Last modified: September 12, 2015

Author

Comments

Info yang sangat bermanfaat,,
tapi ya begitulah Adat di negara kita, asal Share tanpa cari tau dulu Informasi Sumber kebenarannya.
Maap baik itu untuk pendukung Jokowi atau bukan alangkah baiknya ber Tabayyun dulu :)

itulah Indonesia..
mampir yukz di: http://hanyaindonesiaku.blogspot.com

you wrote:

Berhubung ini ROL, media online yang saya anggap tidak abal-abal,

———-

sejak pilpres 2014 kemaren, media tsb sudah berubah menjadi tendensius dan cenderung memfitnah/mengerdilkan peran pihak tertentu serta menyanjung pihak yg satunya lagi

Michelle Anugrah 

Pak Chodirin sudah buka linknya belum? Isinya sama aja sih. Coba buka dan cari paragraf ini

Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, mengumumkan pada bulan September 2014 Indonesia tengah meningkatkan jumlah sapi Australia yang biasanya diimpor di kuartal terakhir sehingga mereka dapat menambah simpanan untuk kuartal pertama tahun depan.

Bulan apa? Yap, September. Jadi ini berita lama yg dirilis ulang bulan November. Kira-kira termasuk tayang ulang nggak?

Michelle Anugrah 

Pak Chodirin, sudah buka linknya dan baca beritanya? Dua-duanya isinya sama. Coba buka dan baca deh, terus cari paragraf yg ini

Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, mengumumkan pada bulan September 2014 Indonesia tengah meningkatkan jumlah sapi Australia yang biasanya diimpor di kuartal terakhir sehingga mereka dapat menambah simpanan untuk kuartal pertama tahun depan.

Bulan apa ya ditulisnya? Yap, bulan September. Diberitakan kembali di bulan November. Jadi kira-kira berita baru atau daur ulang?

Saran saya, kalau mau membagi berita, dibaca dulu sampai tuntas isinya, ya

Kehati-hatian seorang pembaca atau pengguna media sosial memang tidak “latah” dengan tombol berbagi (share), semoga ini kisah menjadi penambah wawasan bagi yang lainnya.

Salam :)

Investigasinya mantep….
Aku juga kadang sebel buat yg sering share tapi g liat gimana beritanya….
Menunggu update balasan ROL

Rajin sekali mengikuti berita sampai setuntas-tuntasnya mba. Terima kasih infonya, nice ^_^

Ya mungkin kesalahan redakturnya yang tidak disengaja atau kurang teliti saja, namun bisa juga sih ada unsur kesengajaan, coba deh dilihat dalam beberapa hari ke depan apakah ada ralat dari pihak ROLnya :)

Sunu Widjanarko 

Terimakasih atas informasinya. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari hal-hal yang buruk.

Thank you for sharing Mak.
Iya gemes sendiri lihat timeline FB sekarang, begitu mudahnya untuk klik tombol share.

Salut 4 jempol untuk Mak yang sampai kirim email ke ROL untuk klarifikasi.
Kalau saya perhatikan rasanya online news isinya sama semua ya, beda redaksi saja sedikit. Jadi penasaran, apakah ada yang menyuplai berita itu ya ? atau saling mengcopy dan paste

prihatin..pandainya mereka menggiring opini publik

Nicce share. SUka gemes juga mbak liat temen pada main share. Tapi sayang nya saya tak sesabar mbak menelusurinya. Ha..ha..
Nice share mbak.

Comments are closed.