Entah kenapa, ei tuh doyaaaaan banget sama cinnamon roll. Entah itu rotinya atau bentuk pastry-nya.
Ceritanya, akhir-akhir ini salah satu temen ei itu lagi sering sekali bikin cinnamon rolls ini dan dengan santainya dipamerin di Path. Dan tentunya berhasil membuat ei jadi tidak santai, blingsatan kepengen bikin juga.

Ditanya resepnya, ternyata doi menggunakan resepnya Nikmatul Rosidah dari akun facebook-nya. Dan entah bagaimana, ei malah nyasar ke halaman cookpad-nya.
IMG_20150920_173342Setelah beberapa lama ribut ingin bikin, tanpa banyak tanya, ei akhirnya praktek juga. 2 weekend berturut-turut si cinnamon rolls ini menemani ngopi sore hari.
Yang pertama ei buat saling menempel di loyang pyrex. Yang kedua di loyang kue kering, dialasi baking paper dan di oles margarin, di beri jarak cukup sehingga tidak saling menempel.
Keduanya ei bikin tanpa topping, tapi rasanya mmmhhhhh nagih!!!

Oh iya, praktek kali ini menggugurkan teori bahwa kalau roti yang empuk itu didapat dari adonan yang kalis elastis. Menggunakan resep ini, pada saat siap proses fermentasi yang pertama, adonan masih nempel-nempel di tangan lho. Tapi roti yang dihasilkan tetap empuk dan tetap empuk meskipun setelah dingin (dance) .

Ini ei salin resep yang dari cookpad-nya ya :

Bahan :

PicsArt_09-27-12.25.41

  • 7 gr Ragi (ei : fermipan)
  • 250 ml susu hangat (ei : susu uht)
  • 100 gr gula pasir
  • 75 gr butter
  • 1 sdt garam
  • 2 telur ayam
  • 500 gr tepung terigu Cakra (ei : 250 gr terigu protein tinggi, 250 gr terigu protein sedang)

Filling :

  • Secukupnya butter
  • 1 sdm bubuk kayu manis
  • 100 gr brown sugar/gula palem yang lembut

Cara Membuat :

  1. Aktifkan ragi dan susu, tambahkan sedikit gula, aduk dan tunggu 8 menit sampai ragi berbuih. Jika ragi berbuih artinya ragi aktif. Jika tidak berbuih, artinya ragi tidak aktif, jangan dipakai karena adonan tidak akan mengembang.
  2. Aduk tepung dengan garam dan gula. Lembutkan butter dengan garpu (ei : dilelehkan) dan kocok telur (ei : pakai garpu). Masukkan semua ke dalam wadah, aduk rata. Masukkan cairan ragi, aduk sampai rata, pindahkan adonan ke permukaan bertabur tepung. Uleni selama 8 menit. Lumuri tangan dengan sedikit tepung agar adonan tidak lengket. Pastikan telapak tangan kering saat menguleni adonan
  3. Taruh adonan ke baskom, lalu tutup rapat dengan plastik atau kain. Biarkan ditempat hangat sampai ukuran jadi 2 kali lipat. Biasanya hanya butuh waktu 45 menit.
  4. Setelah adonan mengembang, tinju adonan dan bagi menjadi 2 (adonan menjadi berat 1 kg). Pipihkan adonan menjadi persegi panjang, poles permukaan dengan butter sampai rata.
    PicsArt_09-27-12.30.59
  5. Campur brown sugar dan bubuk kayu manis, lalu tabur di atas adonan yang sudah dipoles butter secara merata.
  6. Gulung adonan secara pelan dan kencang
  7. Tekan-tekan pinggirnya agar rapat
  8. Potong-potong dengan benang agar rapi
  9. Tata di loyang dan biarkan mengembang sampai 2 kali lipat. Lalu panggang di oven yang sudah panas dengan suhu 180 derajat selama 20 menit
    PicsArt_09-27-12.32.10
(Visited 422 times, 1 visits today)
Last modified: September 27, 2015

Author

Comments

Itu pas udah mengembang kelihatan kalis, Mbak. :D

    Iya, padahal menurut teori, sebelum difermentasi udah ga nempel di tangan itu adonannya

mauw mauw donggg (ga mau bikin, maunya minta) :D

Mbak… ini bikin buat konsumsi pribadi aja atau dijual juga?

wangiiii sampai kesini mbak:) mau nyicipin yaaa

Sumarti Saelan 

benar2 menggugah selera, cuma bayangin bikinnya trus langsung ciut *emak pemalas* :)))

looks yuum mak…dan kayaknay gampang yaaah nyobanya…tinggal cari bahan dan waktuuu nih :)

looks yuuummm
pengen coba ah..tp di bookmark dulu :)
salam kenal mbak..

Thanks for sharing Eiiii … ??

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.