Menjelang bulan Ramadhan, black campaign dan negative campaign semakin brutal. Sebagian penduduk dunia maya sudah mulai bosan. Fanatisme terhadap capres yang didukungnya semakin membuas. Berita-berita hoax, tulisan2 tanpa fakta, bertambah mungkin setiap hitungan jam. Foto-foto editan diedarkan untuk menunjukkan bahwa lawannya membual bahkan ada yang mengedit foto kaos yang digunakan seorang artis dengan menambahkan gambar capres yang didukungnya seolah-olah artis tersebut mendukung capres pilihannya. Malu sudah terkubur dalam-dalam ketika beberapa saat kemudian si artis atau tokoh masyarakat klarifikasi. Tidak ada permohonan maaf. Sepertinya budaya menghalalkan segala cara selama kampanye masih saja dimaklumi.
Sampai yang ditakutkan banyak orang terjadi, bentrokan massa pendukung di jogjakarta. Saya marah sekali, tapi saya bisa apa ?

 

swingvoters5

Ah tapi ya sudahlah, itu kan perbuatan pendukungnya. Belum tentu juga itu adalah inisiatif dari capres atau timsesnya. Toh tgl 9 Juli besok itu pilpres, pemilihan presiden, bukan pemilihan pendukung atau timsesnya. Jadi saya kembali fokus ke capresnya.

Mulailah masuk bulan Ramadhan. Demi menjaga amalan baik di bulan penuh ampunan ini, saya tidak mau amalan Ramadhan saya tambah banyak berkurang karena pengaruh dari mengumpulkan kekurangan/keburukan para capres. Jadi saya putuskan untuk mengumpulkan referensi kebaikan/prestasi masing-masing capres untuk dibandingkan.

Seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, untuk membandingkan track record saya batasi hanya melihat 10 tahun ke belakang. Saya ulang lagi, mencari referensi track record Jokowi cenderung lebih mudah karena 10 tahun terakhir beliau menjadi kepala daerah. Jadi saya utamakan mencari referensi track record Prabowo.

Pertama saya lihat riwayat Prabowo yang ada di situs KPU. Kemudian saya lihat di catatannya Wikipedia. Untuk Prabowo sini dan untuk Jokowi di sinilumayan lengkap.
Yang dapat saya ambil dari sini kurang lebihnya adalah :

  1. Prestasi Prabowo (jika karir dan jabatan adalah merupakan prestasi), sebagian besar di dapat dari perjalanannya di militer.
  2. Kegiatan setelah kembali ke Indonesia dari berbisnis di Yordania :

swingvoters9

Mencari catatan hasil dari kegiatan nyata di masyarakat yang dilakukan Prabowo ternyata tidak mudah.
Saya ambil contoh waktu Prabowo menjadi ketua umum APPSI.
di Wikipedia tertulis :
Selaku Ketua Umum APPSI, Prabowo kerap menyuarakan agar pemerintah membatasi hipermarket dengan mengatur jaraknya agar tidak merugikan pedagang kecil. “Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan sehingga ketika pasar modern didirikan para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran”, cetus Prabowo
Salah satu contoh sumber berita dari tulisan tersebut adalah di sini . Isi berita tersebut mengatakan bahwa APPSI akan memperkarakan penempatan pasar moderen di Blok M yang dinilai mengganggu pedagang pasar tradisional yang selama ini sudah terlebih dahulu membuka usahanya di kawasan tersebut.

Saya googling  dengan kata kunci “APPSI pasar modern blok M” untuk mendapatkan kelanjutan dari berita tersebut. Dari berita-berita terkait yang didapat, APPSI memang berusaha membantu pedagang pasar tradisional dalam menghadapi pasar modern. Tapi sepertinya akhirnya usaha tersebut terbentur dengan kepentingan pemerintah.
Menurut saya yang awam ini, salah satu usaha untuk dapat mempengaruhi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan adalah dengan duduk di dewan legislatif sebagai wakil rakyat. Tapi hasil pencarian saya tentang Prabowo ini tidak pernah mendapatkan informasi bahwa beliau pernah menjadi anggota DPR/DPRD.

Repro-Karikatur-Prabowo-Hatta-21Katakanlah sebagai wakil rakyat sudah didelegasikan ke anggota partai Gerindra lainnya.
Kembali saya googling menggunakan berbagai kata kunci berharap menemukan tulisan/berita tentang kegiatan APPSI langsung dengan pedagang dalam rangka meningkatkan kualitas pasar tradisional. Hasilnya ? Nihil.
APPSI memiliki 29 DPW dan 184 DPD di kabupaten/kota dengan jumlah pasar tradisional sebanyak 13.450 unit dengan ju
mlah 12.625 pedagang yang tergabung dalam asosiasi tersebut. Masa sih tidak ada satu kegiatan pun yang hasilnya dapat diperhitungkan sebagai prestasi sang ketua ?

Kemudian saya mencoba usaha serupa dari organisasi yang lain. Hasilnya kurang lebih mirip2.

Saya juga coba tanya alasan mengapa memilih Prabowo ke beberapa teman yang sudah menyatakan dukungannya. Siapa tau saya dapat informasi yang dijadikan referensi oleh mereka dan memang tidak pernah di publikasikan.
Lucunya, jawaban teman-teman saya seringnya di awali dengan : “Abisnya Jokowi …”. Dan saya selalu memotong : “Eh, gw tanya kenapa lo pilih Prabowo, bukan kenapa lo ga pilih Jokowi”

Dari jawaban mereka, alasan kenapa memilih Prabowo adalah kurang lebih seperti berikut (saya tambahkan perbandingan di sisi Jokowi menurut mereka juga) :

  1. prabowo-hatta1Prabowo itu sudah sering mempertaruhkan jiwa raganya untuk negara ini waktu di militer
    saya : militer –> abaikan
  2. Prabowo itu tegas vs Jokowi klamar klemer
    saya : tegas itu tidak identik dengan bicara lantang
  3. Prabowo itu kelasnya internasional vs Jokowi itu kelasnya wilayah/daerah
    saya : ga jelas penentuan kriteria internasional dan wilayah-nya, Jokowi banyak mendapatkan penghargaan kelas internasional dari luar negeri karena hasil kerjanya
  4. Prabowo itu independen karena mendirikan sendiri partainya vs Jokowi diusung oleh PDI
    saya : jika yang ditakutkan adalah kewajiban setor ke partai, kemungkinan ini ada di keduanya.
    Jika yang ditakutkan adalah menjadi kacung partai pengusungnya, di sisi Jokowi tetap ada kemungkinan itu. Di sisi yang lain, Prabowo mungkin tidak akan menjadi kacung Gerindra, tapi dia harus “membayar” jasa partai yang berkoalisi. 
    Eh, ini partai ya ? Partai –> skip)
  5. Partai yang berkoalisi di kubu Prabowo adalah partai-partai besar dan banyak partai agamis vs PDI yang jadi partai terkorup, isinya banyak preman, Megawati jual aset negara
    saya : partai –> skip

Saya masih berusaha mencari lagi cerita/berita apapun tentang Prabowo yang bisa saya jadikan bahan pembanding dengan Jokowi. Tentunya tetap 10 tahun ke belakang saja. Dan saya masih juga kesulitan menemukan cerita/berita dari sisi Prabowo.

Sampai sini, apa yang saya dapatkan tentang kebaikan/prestasi Prabowo masih belum setara rasanya untuk dibandingkan dengan hal yang sama yang dimiliki Jokowi.
Ketidaksetaraan ini membuat saya belum yakin untuk memutuskan capres yang mana pilihan saya.

…masih bersambung…

(Visited 148 times, 1 visits today)
Last modified: September 17, 2016

Author

Comments

Hehehe, rajin banget cari referensinya, Mba. Nyatanya buat pemimpin sih, ya. Enggak boleh asal milih.

Siapapun yg menang, semoga bisa mengemban amanah dan menepati janji2nya saat debat atau kampanye. 🙂

Comments are closed.