Koq harga BBM naik?

premiumHoreeee timeline media sosial penuh tentang BBM.
Ya, malam tadi, Presiden Indonesia mengumumkan kenaikan BBM subsidi menjadi 8,500 rupiah per liter.

Beberapa teman bilang : Malaysia aja mau turunin harga BBM , koq pemerintah indonesia malah naikin dengan merujuk ke link ini :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/17/123300826/Harga.Minyak.Dunia.Melorot.Malaysia.Bersiap.Turunkan.Harga.BBM

Padahal disitu ditulis :
“Pemerintah Malaysia bersiap menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 95 jika harga minyak mentah dunia jatuh hingga posisi 70-75 dollar AS per barrel.
Saat ini, harga minyak mentah Brent mencapai 79,41 dollar AS per barrel.”

So…baru bersiap lho ya, itu pun sebaiknya di infokan juga donk bahwa pemerintah Malaysia baru bulan Oktober 2014 lalu menaikkan harga BBM . Beritanya bisa refer ke sini :

http://internasional.kontan.co.id/news/tekan-defisit-malaysia-naikkan-harga-bbm

IMHO, siapapun presiden dan pemerintahnya, penghapusan subsidi BBM ini suatu saat harus dilakukan. Kenapa? Seorang teman sekelas jaman SMA, yg sekarang lebih terkenal di panggung stand up commedy memaparkannya dengan singkat, ringan dan mudah dimengerti di sini.

Kalo yang ditakutkan memang efek domino nya (sambil cek kendaraan masing2 ya kalo punya, brand nya apa, modelnya apa, type nya apa, harganya berapa, taun berapa, buku manualnya masih bilang pake bahan bakar yang oktannya setara premium atau pertamax, terus selama ini dikasih BBM nya apa?) ya tinggal dukung, awasi, supaya pemerintah bisa melakukan ini :

1. Rajin turun sidak ke pasar2 … supaya kenaikan bahan pokoknya ga membabi buta
2. Rajin turun ke jalan, beresin angkutan umum yg biasanya manfaatin naikin tarif seenaknya mumpung belum ada kenaikan tarif resmi
3. Program BLT-nya supaya betul2 tepat sasaran.
4. Pelan-pelan pemerataan pembangunan betul2 ada kemajuan. Mungkin masih ada yg belum tau kalo di pelosok sana, masih di Indonesia, harga BBM ada yg mencapai 20rb bahkan 35rb per liter.

Seperti kata salah seorang teman sekelas saya waktu SMA yang lain (kata2nya tidak terlalu persis) :

“Pro-kontra atas satu kebijakan itu wajar, yang penting tetap logis dan obyektif. Tidak membela mati2an pun tidak mencaci maki habis2an.”

Lagipula, saya sangat percaya bahwa rejeki dari setiap diri kita sudah ditetapkan. Kalau memang masih rejekinya bisa makan sehari tiga kali, BBM mau naik berapapun ya tetap akan bisa makan sehari tiga kali, insya Alloh . Nah tinggal seberapa kuat kita berusaha menjemputnya ;-)

(Visited 81 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *