Tentang Rumah (2) – Menggabungkan 2 rumah

Setelah rumahnya jadi, kita berdua masih juga belum menikah. Ada rejeki sedikit, kelebihan tanah belakang rumah ei dibikin dapur dan kamar mandi tambahan untuk cuci2 tanpa kloset. Waktu Abang ada rejeki, kelebihan tanah belakang abang hanya dijadikan perluasan ruang tengah dan again kamar mandi tambahan tambah kloset.

Ei duluan nempatin rumah sementara Abang masih kost di Jakarta. Waktu itu pernah paman ei nengok ponakannya ini di rumah, dan terjadi perbincangan seperti di bawah :
Paman (Om) : “Ei, kenapa ga digabungin aja sih rumahnya, kan enak, agak legaan”
Ei    : “Belum ada dananya Om, minimal harus ada sekitar 40 jutaan lah”
Om : “Hah?! Mahal amat, udah sini biar Om aja yg kerjain. Tinggal robohin tembok doang masa semahal itu.”
Ei    : “Lha, kan harus nikah dulu Om baru boleh digabungin rumahnya”
Om : “Oh iya ya, tapi masa ga bisa di nego? *nyengir*”

Alhamdulillah November 2005 rumah tersebut halal untuk dijadikan satu. Kita cuman perlu meruntuhkan sebagian dinding pemisah saja dan sedikit perubahan. Fungsi rumah menjadi seperti ini :
Rumah Abang :
Ruang tamu, ruang tv, kamar tidur tamu, kamar tidur utama (plus kamar mandi dalam). kondisi itu ga berubah sampai sekarang.
Rumah Ei :
Ruang makan, dapur, kamar mandi, kamar cuci2, kamar pembantu, gudang.

Dan fungsi2 itu terus berlaku sampai sekarang. Iya, kita memang ga berniat untuk melakukan perubahan besar2an terhadap rumah cilebut. Alasannya karena kalo mau renovasi, mendingan sekalian bongkar bangunan asli dan kita bangun dari nol secara material rumah tersebut jelek banget. Maklumlah rumah sederhana dengan harga semurah itu kan ya. Sementara untuk renovasi besar2an kalo mempertimbangkan lokasinya yang kalau ga pake kereta harus melewati jalan kecil cukup 2 mobil dan sepanjang jalan tersebut bersisi-an sama jurang sungai, kayaknya ga worth it.

Apalagi setelah K#1 dan K#2 sekolah dan setiap hari harus melewati jalan kecil di sisi jurang sungai itu.
Ei dan Abang semakin mantap memilih untuk bersabar, cukup benerin dikit2 kalo ada rusak atau bocor, sambil menunggu rejeki untuk ‘menggeser’ lokasi rumah :-) .

(Visited 554 times, 1 visits today)

Comments 1

  • sedikit-sedikit renovnya ya mbak sambil mengumpulkan dana

    ei : tapi ya namanya dana, di kumpulin koq ga ngumpul2 ya, mesti dipaksa akhirnya :-)