The 90’s Festival Big Reunion

Sepertinya ei boleh mencanangkan tahun ini adalah tahunnya ei dan abang nonton konser . Ei yang biasanya selalu terlambat mengetahui adanya konser yang ei minat untuk menontonnya, entah kenapa beberapa waktu terakhir ini koq ya berkesempatan untuk tahu acara konser lebih awal. Dan mengetahui lebih awal ini menguntungkan karena bisa beli tiket di masa early bird yang tentunya harganya lebih murah daripada harga aslinya. Langsung ei beli online di salah satu agen tiketnya yaitu Raja Karcis.

Setelah Bon Jovi dan Bogor Jazz Reunion (BJR), hari Sabtu kemarin ei sama abang kembali malam mingguan dengan nonton konser dari group-group penyanyi tahun 90-an. Iya, meskipun tahun lahir ei sama abang terpaut 6 tahun, tapi group penyanyi dan lagu-lagu tahun 90-an itu pasti sama-sama akrab di telinga kami berdua.
Acara ini bertajuk The 90’s Festival Big Reunion . Disebut reunion karena semua group penyanyi yang ditampilkan adalah betul-betul format asli dari group tersebut di tahun 90-an.

Ei dan abang baru bisa berangkat dari Bogor jam 3 sore. Dan berdasarkan update status teman-teman di media sosial Jakarta diguyur hujan deras sejak siang. Beberapa dari mereka juga melaporkan jalanan yang macet. Dan ei pun menyiapkan mental tidak akan sempat menonton Java Jive karena di jadwalnya mereka akan tampil jam 18.15-18.55 (dadah-dadah sama lengkingan suara Dani dengan lagu Gadis Malam-nya *hiks*  )

The90sFestivalBigReunion

Sampai Istora sudah gelap donk, perjalanan rumah-Istora makan waktu 3,5 jam saja.  Ditambah dengan cari-cari tempat parkir yang terhindar dari tukang-tukang parkir tidak resmi. Iya, ei sama abang suka kesal dan ngga rela bayar lebih untuk mereka-mereka ini. Kendaraan masuk wilayah Istora itu sudah bayar, belum nanti saat keluar, bayar lagi sesuai dengan durasi waktu parkir. Terus masih harus kasih uang untuk masuk ke kantong mereka-mereka ini, males banget. Kenapa juga ya masalah tukang parkir tidak resmi di Istora ini ngga pernah beres *sigh*  .

Sesuai dengan yang tercantum di website resminya, di lokasi ada 3 panggung. Satu panggung indoor dan 2 panggung outdoor. Kalau waktu BJR kemarin 3 panggung ini digunakan bergantian, di sini 3 panggung ini digunakan bersamaan. Jadi lumayan agak-agak galau memilih kalau ada lebih dari satu group tampil pada waktu bersamaan di panggung yang berbeda. Dan karena hal ini pula yang menyebabkan ei ketinggalan untuk nonton penampilan Rida Sita Dewi (RSD), karena terhipnotis di penampilannya ME yang membawakan medley lagu-lagu yang nge-hits di tahun 90-an di waktu yang sama. ME

Konsep yang cerdas mengingat tidak banyak lagu-lagu ME yang menjadi hits di jaman ME masih eksis waktu itu, sehingga ME berhasil mengajak penonton untuk menyanyi bersama.
Saat sadar RSD juga tampil di panggung indoor , ei sama abang buru-buru ke sana dan pertunjukan sudah selesai saja saudara-saudara *nangis di pojokan* .

P-Project yang tampil tanpa Joe, masih tetap berhasil mengocok perut penonton dengan lawakan-lawakan segarnya. Meskipun menurut pengakuan Deni setelah membawakan satu lagu sudah ngos-ngosan, tapi vokal mereka masih oke didengar. Kualitasnya masih tidak begitu terasa berbeda dibandingkan dengan waktu masih diputar di radio-radio atau dengar dari kaset-nya dulu *iya, kaset ciiyynn*.

P-Project

Lagi pula, lagu-lagu P-Project kan rata-rata parodi dari lagu-lagu yang saat itu lagi hits ya, jadi boleh dibilang hampir semua penonton masih hafal dengan nada dan juga syairnya yang memang dibuat lucu.

The 90’s Festival Big Reunion ditutup dengan penampilan KLa Project di panggung indoor. Lagu-lagunya yang bersyair puitis ditampilkan dengan personil asli Katon, Lilo dan Adi.

KLa Project

Diawali dengan Hey, Menjemput Impian, Tak Bisa Ke Lain Hati, Terpuruk ku di sini, Gerimis, Romansa, Semoga, Yogyakarta, dan Tentang Kita sebagai penutup. Harus diakui bahwa kalau group lain dari satu album yang menjadi hits hanya 1-2 lagu, lagu-lagu yang menjadi hits dari album-album KLa Project bisa lebih dari 75%. Ditambah dengan kepiawaian Katon yang menggiring penonton terhanyut dengan lagu yang dibawakan membuat konser kali ini pun tak urung betul-betul jadi ajang bernyanyi bersama semua penonton yang asli keren banget, fantastis, magis, you name it! . Kekecewaan ei yang tidak kebagian nonton penampilan RSD terobati sudah dengan penampilan KLa Project ini. Istora pecah oleh suara penonton yang ikut menyanyikan hampir semua lagu yang dibawakan saat itu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 00.15 saat ei dan abang keluar dari panggung indoor. Mulai terasa kaki pegal karena sekian jam selama di Istora memang jarang duduk ditambah mondar-mandir pindah-pindah lokasi panggung. Dan kami berdua pun pulang dengan masih bersenandung lagu-lagu KLa Project yang dibawakan tadi.

Berikut foto-foto lain dengan kualitas seadanya, diambil dengan smartphone dan tablet :

Coboy

Bening

base jam

Frente

Jingga

(Visited 182 times, 1 visits today)

Comments 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *